My first story @ Cosmopolitan Magazine (May edition)

April 30th, 2008 by susyyulia

Akhirnya, tulisan pertamaku dimuat juga di Majalah Cosmopolitan, Edisi May 2008, page 208.. Alhamdulillah.
Setelah diedit tentunya, secara tulisan gue banyak banget sementara mereka cuma ngasih jatah 2 halaman plus poto2nya..;-)
Yang ini edisi setelah di edit.
——————————————————-

Budapest: Wisata Romantis di Timur Eropa

Ingin melihat pemandangan menakjubkan lampu-lampu kota berpantulan di sungai pada malam hari yang super romantis? Budapest tempatnya!

Susy Yulia, kontributor Cosmo, membuktikan untuk Anda.

Selagi di Eropa, Budapest sudah semestinya menjadi tempat yang Anda sempatkan untuk kunjungi. Apalagi sejak bulan Desember tahun lalu, Hungaria sudah boleh dimasuki oleh turis bervisakan Uni Eropa atau Schengen. Jadi, tak perlu membuat visa khusus untuk pergi ke sana. Memang, Hungaria sudah bergabung dengan Uni Eropa sejak tahun 2004 silam, namun bebas keluar masuk perbatasan tanpa pemeriksaan baru diresmikan di akhir tahun kemarin. Ini salah satu alasan saya bertandang ke kota yang berlokasi di timur Eropa tersebut.

Kereta, Gulyas dan Palacinta

Republik Hungaria sendiri adalah sebuah negara kecil dengan populasi penduduk sebanyak 10 juta yang tersebar di seluruh area yang mungkin lebih kecil dibandingkan pulau Jawa. Sekitar 2 juta darinya tinggal di ibukota, Budapest. Anda bisa mencapai Budapest dengan penerbangan langsung ke bandara internasional Ferihegy. Atau Anda justru ingin mencoba perjalanan kereta seperti film Before Sunrise yang dibintangi Ethan Hawke dan Julie Delpy? Tinggal arahkan penerbangan ke Munich lalu lanjutkan naik kereta api melewati Vienna yang berakhir di Keleti Station Budapest.

Pemandangan yang ditawarkan sepanjang perjalanan sangatlah indah dan dijamin susah untuk dilupakan. Selama di sana, jangan sampai lupa untuk mencicipi makanan khas Hungaria bernama Gulyas, semacam sup berisi daging, kentang dan wortel yang berkuahkan seperti kari. Marcipania atau marzipan juga patut Anda coba, sari gula yang bisa dibuat menjadi bermacam-macam kue dan cokelat aneka bentuk. Namun bagi yang beragama Islam, saya sarankan untuk meneliti benar bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Sebab, ada beberapa yang mengandung alkohol. Satu lagi yang tidak boleh sampai terlewat adalah Palacinta, sajian yang terbuat dari adonan telur dan tepung. Cara pembuatannya mirip seperti martabak, tinggal dituang, digoyang-goyang lalu diisi selai atau madu. Hmmmm!

Pusat Kota Sarat Sejarah Di pusat kota, terdapat lambang kota layaknya Monas di Jakarta yaitu Patung Liberty atau Liberation Monument. Tugu yang terletak di atas bukit ini menjanjikan pemandangan luar biasa megah berkat sungai dan jembatan indah yang berlatarbelakang gedung parlemen, istana dan gereja. Tidak heran bila salah satu situs traveling menyebutkan bahwa Hungaria tidak butuh sorotan neon untuk memukau mata, keindahan alaminya saja sudah bikin mata dimanja. Saya sepakat dengan pernyataan tersebut, terlebih saat malam hari tiba dan lampu-lampu kota mulai hidup. Tidak heran bila Budapest juga menyandang reputasi sebagai kota Parisnya Eropa Tengah.

Walaupun begitu, siang hari di Budapest juga tak kalah menarik. Berbagai museum yang tersedia merupakan daya tarik tersendiri. Salah satu yang menjadi tujuan saya adalah Art Exhibition Museum, yang kebetulan tengah menggelar pameran lukisan Van Gogh saat saya ke sana. Sayang, tiket masuk sudah habis terjual sejak sebulan sebelumnya. Satu lagi adalah Museum of Hungarian Agriculture yang terletak di sebuah taman luas. Di sini Anda bisa menemukan sebuah patung dengan wajah yang tak terlihat. Konon, dari sanalah kata anonymous berasal. Di luar taman, terdapat satu area di mana 14 patung kebanggan rakyat Hungaria berdiri. Namanya Heroes’ Square, yang berlokasi di ujung jalan Andrasy Avenue. Area ini dikelilingi dua bangunan penting, yaitu kedua museum yang saya sebutkan tadi. Patung-patung tersebut juga menghadap jalan Andrassy, sebuah jalan yang terkenal dengan aneka bangunan penting seperti gedung kedutaan Serbia dan Indonesia. Heroes’ Square sendiri merupakan area setengah lingkaran yang seimbang membagi patung-patungnya menjadi masing-masing 7 patung di sisi kiri dan kanan. Patung-patung tersebut melambangkan para pendiri bangsa Magyar yang hidup lebih dari 1100 tahun silam. Masih di jalan yang sama, terdapat suatu bangunan kontroversial House of Terror yang namanya tertulis di atapnya. Bangunan ini dulu menjadi pusat para Nazi Hungaria di antara tahun 1944 dan 1945 yang lalu diambil alih oleh komunis Soviet untuk menguasai Hungaria. Sekarang, bangunan tersebut dijaga untuk mengenang para korban akibat kebiadaban aksi teror.

“Laut” Balaton

Puas dengan pusat kota, saya lalu menuju ke selatan Budapest di mana Danau Balaton terletak. Hanya perlu satu jam untuk mencapai danau terbesar di Eropa tengah, yang katanya menjadi tempat kebanggaan orang Hungaria tersebut. The Hungarian Sea Lake Balaton, begitu mereka menyebutnya. Negara ini memang tidak punya laut betulan, karena secara geografis terletak di tengah daratan benua dan tidak berbatasan dengan laut. Walaupun begitu, warga Hungaria selalu mengatakan “berjemur di pantai” jika tengah berleha-leha di pinggirnya. Di musim panas, Danau Balaton ramai dikunjungi para turis karena tempat ini memang punya semua yang dibutuhkan untuk menikmati liburan yang sempurna. Anda bisa berenang, berendam, berkemah, berkuda, bahkan memancing di bawah bulan purnama. Saya pribadi memang sengaja datang di musim dingin karena ingin menikmati Budapest saat salju turun, saat Balaton menjelma menjadi danau thermal alami terbesar di Eropa. Memang terdapat banyak thermal bath di sana, bahkan saat musim dingin tiba, danau ini punya sebutan Lake of Good Hope.

Musim yang menggigit tetap tidak menghalangi para turis untuk berkunjung, terutama mereka yang datang dari Jepang dan Cina yang terlihat mencoba menyeberangi danau dengan kapal feri di dermaga Szantodrev. Saya sendiri memilih untuk berjalan kaki di sebuah perkampungan kecil Tihany yang berada di utara “pantai”. Terkenal dengan menara gereja kembarnya, perkampungan ini menjadi lokasi yang tepat bagi saya untuk menikmati keindahan yang memanjakan mata. Tak terasa, malam tiba. Dan tanpa diduga, saya diberi kesempatan istimewa untuk mengakhiri hari dengan perjalanan malam hari yang tak terlupa di sepanjang jalan Szekesfehervar.

My Spritual Journey.. The Greatest Trip on Earth!

February 3rd, 2008 by susyyulia

"Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”
(QS. Ali Imron : 97)

Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku, yang ia adalah benteng segala urusanku.
Perbaikilah urusan duniaku, yang padanya terdapat penghidupanku.

Dan perbaikilah urusan akhiratku, yang kepadanya tempat kembaliku.
Jadikanlah hidup ini wadah bertambahnya segala kebaikan bagiku dan
jadikanlah mati sebagai titik henti untukku dari segala keburukan.

12 Dec 2007 ASRAMA HAJI BEKASI
Alhamdulillah setelah pelepasan dengan keluarga di masjid At Tiin, kita segera diberangkatkan ke Asrama Haji Bekasi.
Sedih banget pisah sementara dgn keluarga. But, that’s life. Show must go on. Hidup adalah pilihan, dan ini adalah pilihanku. Sesungguhnya merugilah orang2 yang hari ini sama dgn hari kemaren. Karena itulah, aku harus lebih baik. Dengan menjalani proses ini. Walaupun seminggu menjelang keberangkatan mendadak timbul syndrom takut nggak bisa lebih baik setelah perjalanan ini. Takut nggak mampu merubah penampilan. Jadinya deg2an dan sempat sedikit stress yang mengakibatkan jadwal mens nya jadi mundur, diluar perkiraan.
Kalau sesuai jadwal, harusnya tanggal 8 sampai tgl 13 Dec 2007.
Jadi pas berangkat udah selesai. Eh, ini dapetnya pas tgl 10 dec, yang akibatnya pas berangkat bahkan pas dipesawat dan kemungkinan sampai di Mecca masih ‘dapet’. Yang artinya, aku harus menunda umroh nya sebagai bagian dari proses Haji Tamattu’. Kalau selesainya masih lama dan prosesi Haji tanggal 8 Djulhijjah (17 Dec) terlewati, berarti aku harus mengikuti Haji ifrod, yaitu Haji dulu baru Umroh. Anyway, mudah2an dan Insya Allah aku bisa selesai sebelum tgl 8 Djul. Jadi hanya menunda sedikit waktu umrohnya.
Pilihan untuk tidak menggunakan obat atau suntikan penunda haid, itu juga suatu pilihan yang sudah dipikirkan matang2. Untuk orang yang mengikuti Haji reguler 40 hari, memang sebaiknya tidak usah mengkonsumsi obat2an ataupun suntikan. Karena efeknya tiap orang juga berbeda. Ada yg minum obat, malah dapetnya 2 minggu berturut2. Tapi dokter juga mengatakan tidak ada efek samping.
Mens itu juga skenario yang sudah ditetapkan Allah. Jadi lagi2 semuanya adalah pilihan dan kemantapan hati masing2.

Back to Asrama Bekasi, aku Alhamdulillah dapat bergabung dengan Kloter 80, gabungan dengan jama’ah Bandungnya Aa’ Gym. Begitu sampai, rombongan KBIH DT Jakarta langsung gabung dgn DT Bandung. Jadi enaknya kloter 80 ini semuannya 1 kloter (kelompok terbang) yang sekitar 450 orang itu semuanya dalam 1 KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji).
Baru sampai langsung kebagian dekat Teh Ninih. Jadi deh, dapet ciuman sayang dari istri Aa’ yang bersahaja itu. Rencananya hari ini kita akan dibagikan gelang identitas (jadi kalo ada apa2 ketahuan identitasnya), living cost sebesar 1500 real (yang langsung dipisahkan sekitar 300 real utk bayar dam or denda karena kita mengikuti Haji Tamattu’), pembagian pasport dan buku kesehatan.
Singkatnya, Kegiatan di ASRAMA HAJI BEKASI :
- Mengikuti acara penerimaan Jamaah oleh Depag Tigkat Provinsi
- Menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan Bukti setoran BPIH warna putih
- Penerimaan kartu Akomodasi dan Konsumsi
- Pemeriksaan Kesehatan Ulang (Khusus Wanita Check Kehamilan)
- Istirahat Maksimal 20 jam
- Mengikuti :Shalat Berjamaah, Ceramah Kesehatan, Manasik, Praktek Manasik
- Penerimaan :Pasport & No seat di Pesawat, Uang Living Cost 1500 Real, Gelang Identitas
- Pada Jam yang ditetapkan Jamaah Naik Bis sesuai rombongan ke Bandara

Karena jadwal flightnya jam 3 pagi, jadi kayaknya nggak pake nginep2 deh hari ini. Cuma istirahat, leha2 dikamar dan baca2 buku hajinya trus shalat and makan dan sedikit Tauzihah dari Aa’ Gym. Sedikit tapi ngena banget.
Kalau kita harus bersyukur bisa jadi tamu Allah. Karena nggak semua orang yang mampu bisa terpanggil untuk melaksanakan Rukun Islam kelima ini.

Hanya itu aktifitas sambil menunggu jam 10 malem nanti ke bandara haji Soekarno Hatta. Secara aku ngga shalat, jadi nggak bisa nyobain shalat dimasjid Namira Asrama Haji Bekasi yang dilihat dari luar sungguh indah sekali. Untuk menghilangkan penasaran, jadinya jalan2 disekitar masjid dan lihat2 jualan yang ada disekitar masjid. Stay dan istirahat dikamar adalah pilihan semua orang, sambil baca2 buku. Target ngapalin doa2 kecil dan artinya sampai dah berangkatpun tetap aja belum hapal.
Jam 10an kita semua dah siap2 di bis yg akan mengantarkan kebandara, dgn terlebih dahulu sudah mandi untuk Ihram dan pakaian putih2 siap untuk niat Ihram nanti di pesawat Miqotnya.
Begitu sampai di bandara, wow… really excited liat pesawat Saudi Airlines yang super gede. Mmh, Alhamdulillah dah nyobain Lufthansa, Etihad, SQ, Austria airlines, Chatay Pasific tapi tetep aja yang paling seru pesawat ini kayaknya. Ditambah lagi aku dpet tempat duduk dibagian atas pojok paling depan. Iyya loh, nih pesawat ada tingkat duanya hihihi noraknya kambuh deh. Just perfect to get comfort seat in the corner. Sampai bisa selonjoran kakinya. 110_016112Alhamdulillah… Diperjalanan sekitar 9 jam diisi dgn Tauziah Aa’ Gym, baca buku, doa sambil dengerin ipod yang berisi Al Ma’Surat (zikir). Thanks for Tantan untuk ipodnya..;-). Sangat berguna sekali.

Back to where it started..
13.08.2007

Alhamdulillah, akhirnya semuanya dimudahkan Allah.
Setelah awal December 2006 - sebelum berangkat 1 month holiday diEropa - menyetor DP untuk pelaksanaan Haji. Akhir Juni 2007 Alhamdulillah sudah bisa dilunasi.

Nggak nyangka jadi berangkat juga. Secara pertama manasik tgl 21 Juli, satu hari habis Ultah, nggak datang karena nggak tahu. Ternyata undangannya nggak nyampe rumah. Tapi Alhamdulillah ada teman yang memberi tahu dan langsung minggu berikutnya ikut test kesehatan di DT.
Pas nyampe DT, dah banyak banget orang2 yang mau melakukan test kesehatan. Dan gue dateng sendiri gitu. Sempat juga agak2 syock awal2nya. Secara ibu2 dan bapak2 gitu dan gue sendiri.. hiks;-(
Kalau dah liat gini, berasa banget keinginan ini murni karena Allah.. Keinginan yang sudah dipendam lama.
Kenapa nggak sama nyokap thn 2003 ? Waktu itu gue baru plg dr Vienna. Baru masuk kantor di jkt. Kayaknya nggak mungkin minta cuti sebulan lebih diakhir tahun.
Tahun 2004 ada beberapa business trip keluar dan pada saat itu memang lagi dekat2nya sama Istvan. Boro2 kepikiran.
Cuma tahun 2005 gue harus menginjakkan kaki ketanah suci. Jadilah Alhamdulillah umroh dulu, terlaksana Juni 2005. Awalnya ingin banget pulang dari tanah suci pakai Jilbab. Tapi karena pilihan waktu yang bertepatan dgn adanya Istvan di Jakarta, pelaksanaan jadi gagal.. ;-(
Tahun 2006, secara masih ‘berutang’ untuk mengunjungi Budapest, jadilah mutusin untuk 1 month holiday di Europa. Tentu saja, dengan commitment, gue boleh pergi kalau sudah ngebooking or DP untuk pelaksanaan yang wajib, yaitu DP untuk tahun depan.

So, here I am.. mulai menjalankan manasik tiap Minggu.
Pas kemaren 12.08.2007 Manasik, Ketua KBIH, Bpk Sholih Sofyan menerangkan tentang pelaksanaan Haji itu sendirinya intinya di tanggal 8-13 Dzulhijjah. Pas ngeliat Kalendar itu bertepatan banget dengan akhir december 2007 (pas the best Holiday ever in Hungary). Pada saat yang sama tahun lalu gue having the best time in Europe and now… aku akan berada disana, menghadapMu ya Allah… Kenikmatan yang berbeda..

Skenarionya Allah…
Semuanya adalah hidayah dari Allah..
Jadwal Manasik Haji
Pertemuan Ke 1 : Sabtu, 21 Juli 2007 Auditorium Gdg F. Department Pertanian Jl. Harsono Rawamangun Jaksel
Pertemuan Ke 2 : Ahad, 29 Juli 2007 (Test Kesehatan) di  Daarut Tauhid : Jl. Cipaku I No. 43 Keb. Baru Jakarta Selatan
Pertemuan Ke 3 : Ahad, 05 August 2007
Pertemuan Ke 4 : Ahad, 12 August 2007
Pertemuan Ke 5 : Sabtu, 18 August 2007
Pertemuan Ke 6 : Ahad, 26 August 2007
Pertemuan Ke 7 : Ahad, 02 September 2007
Pukul 08.00 s/d 17.00 WIB

Seminar Esensi Haji : Selain Manasik, DT juga mengadakan tambahan untuk meningkatkan keimanan secara general.
Tempat : Pendopo Gedung Dept. Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan
1.Sabtu, 1 September 2007, 09.00 – 17.00 Masjid Bank Indonesia
Tema : Esensi Sholat Oleh : Ust.Miftahuddin dan Bunda Ningrum Maurice.
2.Ahad, 16 September 2007, 09.00 – 11.45 Perspektif Tasawuf Haji.  Ust. Wafiudin
13.00 – 15.00 Ruginya Orang berhaji. Ust. Fadhlan
3.Sabtu, 22 September 2007, 08.30 – 15.15 Aa’ Gym (Menggapai Haji Mabrur)
Otman Shihab (Bekal Haji)
4.Ahad, 23 September 2007, Sirah Nabawiyah (Tengku Zulkarnaen) and Hikmah Haji (Miftah Faridh)
5.Sabtu, 29 September 2007, Haji menuju Tauhid (Ustz. Irene Handono) dan MQ Haji (Ust. Komarudin Cholil).

13.12.2007 Masjidil Haram

Pesawat Saudi Airlines mendarat di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Terbang dari Jkt sekitar jam 05.00 WIB subuh, mendarat sekitar jam 10:00 (WAS) Waktu Arab Saudi, atau jam 2 siang WIB. (Arab dan Jakarta beda 4 jam).
Setengah jam atau sekitar 20 menit sebelum mendarat, kita mengambil miqot di Qornul Manazil, mengucapkan niat Umroh dan shalat Sunat. Karena lagi mens, jadi gue cuma niat saja dan menjaga Ihramnya sampai selesai. Pilotnya juga memberi tahu tepatnya kapan pesawat berada dilurusan miqot.
Turun dari pesawat, seperti biasa ngantri… saat2 seperti ini ipod yg berisi Al-Ma’surat atau Zikir dan juz 30 Alqur-an sangat berguna. Daripada pikirannya kemana2, zikir adalah pilihan yang tepat. Menunggu dan menunggu jadi tak berasa dgn adanya lantunan ayat-ayat suci. Cuma harus hati2 dengan tentengan, jgn sampai ribet ngurusin bawaan, ipod dan kamera, nikmatnya berzikir jd nggak berasa.
Turun dari pesawat masih sempat motret2 dikit. Nggak tahu yah, selalu excited aja ngeliat suasana airport.
Rupanya terminal yg tampaknya khusus untuk haji ini lumayan jauh jaraknya dari tempat pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat. Jadi pakai jalan, duduk, menunggu, ngantri adalah aktivitas yg biasa. Pemeriksaan passport, penempelan stiker barcode oleh petugas dan antri untuk pemeriksaan imigrasi.
Ditempat tunggu kita dibagiin buku HAJI UMRAH DAN ZIARAH Menurut Kitab dan Sunnah oleh Sheik abdul aziz bin Abdullah bin Baz yang diterbitkan oleh Saudi Arabia, juga dibagikan kaset yg berisi ceramah (bungkusannya seperti coklat, sampai ada yg minta lebih karena kirain makanan hihihi).
Deg2an juga sih di imigrasi, entah kenapa ya.. agak takut aja ngeliatin orang Arab itu. Habis kalau ngeliatin wanita kayaknya gimana banget gitu. Inget pengalaman dulu, selalu ditanyain mana muhrimnya. Mentang2 gue perginya sendiri. Tapi Alhamdulillah semuanya lancar2 aja. Cuma agak ribet waktu harus ngambil sendiri kopor besarnya. Hah? nyari & bawa sendiri ? Mudah2an gue sih sanggup, tapi bagaimana orang tua yg sepuh ya, yg kudu ambil sendiri kopornya. Ribet juga deh, mana pas ngeliat kopor gue, risletingnya terbuka bagian samping. Wahhh, pakaian dalem gue keliatan tuh.. setelah diselip2in dan dirapetin jaringnya baru deh didorong ketempat scanner. Tapi gue nggak berhasil nutup risletingnya. Mmh, sempet deg2an juga takut ada yg hilang, tapi lagi2 pasrah aja deh. Serahkan aja semuanya sama Allah, kalau emang nggak milik mesti gimana. Heran, kok gue jadi sabar gini yaa..;-).
Mungkin ini jg tegoran jg krn dibandingkan dgn yg laen, koper gua emang paling besar. Heran deh, gue bawa apa aja ya, sampe sebesar itu, sampai nggak ada space yg kosong. Benar2 maximal ngisinya. Pantesan ampe mbludak dan risletingnya kebuka. Kopernya lalu dikumpulin lagi diluar. Kepikiran juga sih, kenapa nggak mereka aja ya yang sekalian ngatur koper itu menurut kelompoknya yg bisa dilihat dari warna jaring, jadi Jama’ah nggak perlu ngurus2 sendiri.
Setelah ngantri lagi dan ngikutin prosedur cap sana cap sini, tempel sana sini, akhirnya keluar juga menuju tenda yang disiapkan untuk Jama’ah Indonesia. Perjalanan keluar menuju tempat menunggu bis lumayan jauh. Ribet banget jalannya sambil bawa tentengan yg lumayan banyak. Tas tangan yg dibolehkan untuk wanita yg gue bawa hampir sama besarnya dgn tas tentengan dari Saudi Airlines.
Sesampai ditempat tunggu bus, langsung terduduk capek tapi langsung segar lagi melihat ada Aa’ Gym dan teh Ninih. Banyak jamaah lain yg poto. Setelah istirahat sebentar, ikutan deh ama yg laen poto2 ma Aa’. Mumpung lagi deketan.. kapan lagi.
Sambil nunggu bis, gue masih kepikiran soal koper yg terbuka. Ibu Hanny, seorang ibu yang baek hati, yg jadi temen deket gue selama perjalanan dan manasik krn dia juga pergi sendiri langsung melihat kegundahan diwajah anaknya.
“Kenapa sayang ?”,
“enggak nih bu’, koper aku tadi kebuka risletingnya, jadi kepikiran”.
Si ibu langsung inisiatif nemenin ketempat koper dikumpulkan. Mumpung belum ada bisnya. Akhirnya, masuk ketempat koper, dan mencari koper kelompok gue, kelompok 9 yg pakai jaring item. Senang banget pas ngeliat koper yg ditandai lagi dgn pita warna warni dan dilakban pinggirnya supaya gampang dikenalin. Setelah dipisahkan, dan dibuka jaringnya, mencoba untuk menutup ristletingnya dan berhasil.
Alhamdulillah… Ternyata cuma kebuka aja. Masih bisa ditutup dan nggak rusak. Padahal sempet kepikiran juga tadi, kalo rusak, gimana yah gue pulangnya..? ;-(
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Langsung terima kasih juga sama si ibu yg punya ide nyamperin koper. Aku sudah bisa tersenyum lagi.
Setelah bis dateng, kita langsung menuju maktab di Mekkah. Masuk ke bus langsung dapat makan malam + buah + air minum. Perjalanan ke Mekkah kurang lebih 2 jam.
Deg-degan lagi oey memasuki kota Mekkah. Inget 2 thn yg lalu. Masuk kota ini ditandai dgn lambang silang seperti tempat membaca Alqur’an itu. Dengan tidak lupa membaca doa memasuki kota Mekkah.
Kira2 sampai di Maktab menjelang Ashar. Ribet2 pengaturan kamar dan koper kurang lebih sampai malem dan malemnya langsung ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Qudum, yaitu tawaf selamat datang, yang dilakukan begitu sampai di Mekkah.
Walaupun gue lg mens, tapi keinginan untuk ke Masjid tak terbendung lagi. Walaupun nggak bisa masuk dan melihat Ka’bah sekarang tapi setidaknya mau lihat luarnya aja.
Setelah diatur kamarnya (Alhamdulillah sekamar dgn Ibu Hanny tentunya, Lia Taufik, Lia Ibra, Ibu Wiwik, Ibu Sri dan Ibu Ning). Gue dan Bu Hanny yg pergi tanpa suami, yang lainnya pergi dgn suami masing2 dan suami-suami mereka juga berada disatu kamar.
Tanpa sempat makan dulu, kita sudah diatur bagi yang ingin berangkat ke Masjidil Haram.
Kloter 80 kebagian di Maktab 29 didaerah Haffair agak sanaan dikit. Karena kalau naik angkot, kudu bilangnya Citin atau Al-Baik. Karena kalau Haffair saja, nanti dituruninnnya dibawah jembatan yg masih deket kearah Haram (Masjidil Haram cukup disebut dgn Haram saja). Sementara ini lokasinya masih jauh naik keatas jembatan. Kira-kira 4 km dari Haram. Mayan juga sih kalo jalan kaki. Cukup melelahkan…;-)
Angkot banyak, bis yg disiapkan pemerintah Indonesia juga ada. Tapi hanya pada waktu2 shalat. Karena kita banyakan dan baru dateng, agak2 berantakan juga perjalanan ke Masjidnya. Ada yang jalan kaki karena nggak tahu ada bis. Dan bis yg tersedia juga cuma 2, jadilah berebutan dan berdesakan dalam bis. Alhamdulillah, gue berhasil masuk bis, yg walopun dah penuh, tetep bisa duduk bertiga sama jamaah lainnya.
Bis menurunkan semua penumpang dibawah terminal masjid.
Karena kita sampai di Mekkah sudah mendekati intinya Pelaksanaan Haji (8-13 Dzulhijjah atau dimulai Senin 17 Dec), jadilah Mekkah lagi padet2nya. Rasanya semua orang berada disini semua. Suasana dibawah terminal sangat berisik, debuan, penuh bis dan angkot yg asal ngebut & asal parkir. Ditambah bunyi mesin udara dibawah tanah ini, benar2 bikin pusing deh. Lagi2 gue banyak2in Istighfar dan berusaha nggak peduli dgn suasana sekitar. Kadang saat2 kyk gini, beruntung juga jadi org selfish kayak gue yg nggak peduli sama suasana sekitar..;-) tetap berusaha sendiri menikmati setiap waktu yang diberikan-Nya.
Setelah dikasih sedikit bla bla bla sama karomnya (ketua rombongan) yg terus terang nggak kedengeran saking berisiknya, kita segera menuju keatas naik eskalator kehalaman masjidnya.
Begitu sampai diatas, Subhanallah… rame banget itu yg namanya manusia. Kita terpaksa susah payah untuk menuju halamannya yg sudah padat oleh manusia yg ingin melaksanakan Shalat. Memang beginilah kondisi kalau waktu shalat sudah datang. Jadi jalanan dihalamannya sudah dipenuhi shaf2 orang yg mau Shalat.
Suasana kayak gini boro-boro mo masuk masjidnya, jalan dihalamannya aja susah.
Disinilah awal perjuangan dimulai. Masing-masing Jama’ah terpisah2 oleh keadaan. Dan semuanya berzikir untuk bisa melewati barisan manusia yg datang dari berbagai negara. Dan yang plg banyak memang orang kulit hitam yg secara fisik memang mereka lebih besar2. Tapi, dengan mengingat kalau mereka datang juga dengan tujuan yg sama, jadi desak2an itu berasa asyik2 saja buat gue. Nikmatin aja, kalau ini adalah part of process.
Alhamdulillah, berat tapi gue bisa melewatinnya. Yang sempat stack ditengah2 dan nggak tahu mau kemana. Kedepan nggak mungkin, kebelakang juga dah terhambat. Akhirnya gue dgn beberapa teman kearah Hotel Darul Tawhid saja. (Hotel ini sempet jadi bahan omongan beberapa orang, karena kirain miliknya Aa’ Gym, secara namanya mirip hihihi, padahal beda tulisan..). Aa’ Gym sampai harus klartifikasi soal hotel ini.
Setelah terdampar nggak jelas dipelataran hotel (mo shalat, nggak bisa mengembangkan sajadah), akhirnya mepet2 ketoko2 yg ada disekitar hotel. Ada juga yg shalat dlm keadaan berdiri. Untungnya gue nggak shalat, jadi cuma berdiri takjub ngeliatin orang2.
Tapi, gue harus nyariin space buat anak2 yg mau shalat. Akhirnya, entah gimana, dgn kuasa Allah, penjaga toko parfum menyilakan kita masuk ketokonya dan akhirnya bisa shalat dgn nyaman didalam krn waktu shalat jg sudah datang. Alhamdulillah…
Pas pada shalat, gue duduk dgn nyamannya (tersedia sebuah bangku, yg menurut gue memang sudah disediakan Allah buat gue..;-) dan timbul keinginan untuk memotret manusia yg semuanya sujud menghadap Allah. Coba… agama mana yg sampai membuat jutaan org datang dari berbagai negara & sujud pada saat yg bersamaan pada penciptaNya? Subhanallah.. Maha Suci Allah.
Setelah shalat, kita menunggu sebentar sampai orang2 kembali kerumahnya masing2. Jadi ada space untuk melakukan Tawaf Qudum, masuk ke masjidnya.
Disinilah petaka dimulai, karena insting wanita yg shopaholic,, isenk donk nanya2in tuh toko parfum. Habis wangi banget dan ada yg seperti kayu yg dibakar gitu. Penjaganya langsung melayani dan membawakan berbagai macam parfum. Disuruh nyobain, dgn polosnya nyodorin tangan yg lupa kalau kita dalam keadaan Ihram. Salah satu larangan Ihram adalah dilarang memakai wangi2an. Begitu inget, langsung Istighfar dan menghapus parfum yg sudah mendarat dikulit..;-( itu pun penjaganya yg ngingetin. Ihrom ? than It’s haram..!
Waksss.. kita langsung panik dan menyesal dengan sangat. Hikss.. kelalaian. Tapi tetep mencari pembenaran kalau kita lupa.
Setelah mencuci bagian yg terkena parfum, siap2 untuk Tawaf. Karena gue nggak shalat, terpaksa deh menunggu diluar. Kayaknya dirombongan cuma gue deh yg lagi dapet tapi malah ke Masjid. Yang lain ada jg yg dapet tapi menunggu di maktab. Jadinya agak panik juga nih nyari temen nungguin diluar. Karena rata2 semua pada mo Tawaf.

17.12.2007 (8 Djulhijjah) Inti Ibadah Haji
Sesuai dengan prosesi Ibadah Haji yg diposted sebelumnya, Hari senin pagi tanggal 8 Djulhijjah adalah hari dimulainya inti perjalanan ibadah Haji. (Inget, thn lalu… tgl segini hari pertama gue di Budapest..;-). Jadi semua orang yang berhaji wajib berihram, yaitu memakai 2 helai pakaian tanpa jahitan bagi laki2 dan menutup seluruh tubuh bagi wanita kecuali muka dan telapak tangan. Niatnya diucapkan ditempat Miqot yaitu batas/tempat awal dimulainya berihram. Karena kita sudah tinggal di Mekkah beberapa hari, maka Miqotnya boleh di maktab atau ditempat tinggal. Salah satu kelebihan ikut KBIH DT ini adalah mereka punya program Tanazul, pilihan keluar dari program pemerintah. Yaitu jalan kaki dari Mekkah-Mina-Arafah-Muzdalifa-Mina mengikuti sunnah Nabi. Kalau dari pemerintah, naik bis dari Mekkah langsung ke Arafah.
Alhamdulillah sekali, bisa mengikuti Tanazul.
Jadi pagi2 habis Subuh yang mau ikut Tanazul sudah berkumpul di Maktabah yaitu dekat pintu masjid yang arah Marwah.
Jadi nanti langsung jalan melewati pedestrian street ke Mina. 110_02031_1 Maktabah diyakini tempat Nabi dilahirkan. Sekarang dipakai sebagai perpustakaan. (Maktabah).

Perjalanan dari Mekkah ke Mina kurang lebih 4 km. Subhanallah.. indah banget deh, orang2 pada berjalan teratur, punya tujuan yg sama, melakukan hal yg sama pada waktu bersamaan… Jadi walopun rame, tapi tetep asyik2 aja..
Awal2 berangkat, masih bisa senyum2 sambil nenteng Ransel Siemens yang berisi perlengkapan buat di Mina dan Arafah… Tapi, sekitar beberapa kilo menuju tenda di Mina, pegel dibahu mulai berasa dan parahnya.. tiba2 jempol kaki berasa panas banget. Memang sih cuaca panas. Tapi, harusnya sepatu andalan kan nggak masalah. Malah, yang dikawatirkan pinggangnya pegel waktu Tawaf Qudum (Tawaf selamat datang pertama kali di Mekkah), malah nggak berasa. Suara hati mengatakan, mungkin gue terlalu bangga sama sepatu andalan yg katanya ada magnetnya ini. Dan mungkin jadi terkesan ria, waktu gue promosiin ke yang lain.. hiksss. Padahal nggak gitu lho.

However, habis Istighfar dan mencoba untuk mencuci dengan air zamzam, at least sugesti deh agak baikan.. hehehe.
Setelah sedikit dipaksakan, akhirnya sampai juga di Maktab 29 Mina. Tenda nya sih sudah keliatan banyak banget yang diatur per negara, tapi tempat orang Indonesia itu, khususnya tempat kita Maktab 29 lumayan jauh kedalam.
Alhamdulillah, legaaaa banget rasanya nyampe tenda. Langsung terkapar merebahkan diri…
Mengikuti Sunnah Nabi, di Mina pada tanggal 8 Djulhijjah hari ini, kita Shalat 5 waktu (di mulai dari Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh) di Qoshar, dipendekkan jadi 2 rakaat, kecuali Mahgrib.
Jadi Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan Shalat Zuhurnya nanti disini.
Tenda2 di Mina ini adalah tenda permanent, jadi lumayan layak dengan kamar mandi yg lumayan banyak juga. Karena Jama’ah dari tempat laen mengikuti program pemerintah yg dari Mekkah langsung menuju Arafah, maka pada saat2 ini di Mina bisa dibilang tidak terlalu ramai. Tenda2 yg sudah disiapkan untuk masing2 kloter, nyaris masih sepi. Tapi nanti setelah dari Arafah, kita harus kembali ke Mina ini untuk melaksanakan lempar Jumroh Aqobah dan lempar Jumroh pada hari Tasyrik (tgl 11,12 dan 13 Djulhijjah). Jadi tenda2 ini akan dipakai lagi nanti pada tgl2 tersebut.
Didapur2 umum sudah banyak persediaan bahan2 makanan yg siap dimasak untuk hari2 Tasyrik. Untuk sekarang ini, kita makannya masing2 dulu alias cari sendiri.
Alhamdulillah, kelompok 9 lumayan kompak kalo untuk urusan makanan..;-) Tahu2 sudah dipanggilin sama Mbak Wiwik dan Pak Irwan utk pindah ketenda yg masih kosong dan disana sudah tersedia makanan: nasi kebuli sama daging onta.. mmh sedap banget, makan ditengah kondisi capek gini. Kita segera makan dgn lahapnya. Satu kotak bisa buat bertiga saking banyaknya.
Habis makan, kita siap2 ke toilet whudu tuk persiapan Shalat Dzuhur. Shalat, istirahat, makan, toilet, zikir.. itulah aktifitas yg dilakukan di tanah Mina ini. Dengan tak lupa berdoa, karena Mina adalah sakah satu tempat diijabahnya doa. Pas Shalat Ashar, gue ngobrol sama ibu2 Sepuh tapi ikutan jalan kaki. Hebat banget deh bu Ros ini. Kuat dan cepat sekali jalannya walaupun usianya sudah sepuh. Pas nanyain, "udah di qoshar bu shalatnya ?". Dengan polosnya si ibu ngejawab : " Saya sudah shalat, tapi nggak di qoshar.. kan saya nggak ngapa2in, nggak dlm perjalanan, ngapain diqoshar..".
Wah.. si ibu, bukan soal dlm perjalanan or tidak, tapi ini harus dan adalah salah satu kemudahan yg diberikan Allah supaya kita bisa punya banyak waktu untuk berdoa dan sunatnya memang di Qoshar atau dipendekkan… hehehehe.
Bener juga kata ustad Sholih, kalau haji haruslah berilmu. Apa yang diberikan DT pada saat manasik kepada calon jemaahnya dengan intensitas yg luar biasa memang sangat membantu & serasa hafal dgn medan perjuangan yg sesungguhnya. Kalau memang saat ini si ibu nggak tahu, mungkin lupa dan tdk membuka2 lagi buku manasiknya atau ketiduran waktu diterangin.. hehehehe.
Dari sini berasa banget untungnya Haji selagi muda. Kita punya banyak waktu untuk menambha pengetahuan, membaca buku2 dari sumber manapun, punya kemampuan bertanya, berdiskusi, mempelajari isinya dan mudah2an mampu mengikuti seluruh process secara sempurna sesuai sunnah Nabi. Itu sudah niat gue dari awal. Haji wajibnya hanya sekali. So, this is my first Hajj, my only Hajj for now. I want it to be perfect… Maunya diusahakan selengkap dan sesempurna mungkin. Insya Allah…

18.12.2007 (9 Djulhijjah)
Setelah istirahat yg cukup, pagi2 jam 2an sudah siap2 untuk Qiaumul lail, zikir dipimpin oleh salah satu Karom (Kepala Rombongan) DT dan Tauziah (ceramah singkat) dari Aa’ Gym. Setelah itu siap2 mo jalan kaki lagi. Jam 4 segera berangkat menuju Arafah.
Kita sengaja curi start dan shalat Subuhnya nanti diperbatasan dgn Muzdalifah. Untuk ke Arafah melewati Muzdalifah. Jadi Shalat Subuh diperjalanan tapi tetap ditanah Mina.

Karena perjalanan ke Arafah lumayan jauh, kita disarankan untuk meninggalkan barang2 yg tidak perlu. Supaya nggak capek nenteng segala macem di Ransel. Memang bener juga sih, jalan dari Mekkah ke Mina yg cuma 7 km aja sudah kewalahan dgn ransel yg mayan berat dipunggung. Apalagi ini katanya sekitar 17km.. wahhh. Lagi2 gue salut sama Ibu Ros, dia melenggang hanya dgn ransel tipis.. See.. she is so well organized, dia sudah menitipkan barang2nya sama jamaah yg naik bis, jadi nggak ribet bawa macem2. Dimana hal itu tak terpikirkan oleh gue dan anak2 yg laen..  Hah!.
Tapi sebenarnya nggak enak juga sih mo nitip ibu2 yg laen, krn mereka sendiri sudah cukup kerepotan bawa tentengan masing2…
So, untuk kenyamanan diri, jadi deh ditinggalin beberapa baju, makanan, sendal jepit (yg akibatnya gue kesulitan ke toilet di Arafah), sepatu andalan (maap, kali ini kamu tidak dibawa dulu yaa..), mau pake sepatu sendalnya nyokap aja, yg disuruh bawa pas mo brkt di Jkt). Ternyata kepake juga, walopun kurang keren.. hehehehe.
Berangkat jam 4 ngelewatin tenda2 indah di Mina so very exciting journey… ditambah perpaduan lampu dan sunrise.. wow bagus banget. Sekitar jam setengah 6, kita berhenti dulu dijalanan tuk Shalat Subuh.110_02271
Setelah itu, mulai deh babak perjuangan melewati jalanan beraspal Mina.. lewatin Muzdalifah menuju Arafah. Jam 6, jam 7 jam 8 masih bisa jalan pelan2 sambil melihat pemandangan bukit2 kanan kiri dan orang2 yg melakukan hal yg sama menuju Arafah. Dari rombongan yg tadinya teratur, sekitar sejam 2 jam mulai kacau.. krn masing2 jalan dgn kecepatan sendiri2. Dan seperti biasa, gue paling sering istirahat dan plg lambat jalannya hehehe. Tapi tetap diusahakan mengikuti rombongan yg ditandai dgn bendera. Selama melihat bendera didpn, masih aman lah.. nggak ketinggalan amat. Masih byk kok yg dibelakang. Paling senang ngeliat papan yg bertuliskan "Muzdalifah 4 km" tapi Arafah masih 7km.. wakss, masih jauuuh.. hikss. Bapak2 yg berihrom mulai keliatan jalannya ngangkang.. hehehe, mungkin pergeseran antara paha dan (maaf) tdk memakai pakaian dalam cukup menyakitkan, apalagi yg gemuk…
Tapi kita tetap berjuang sambil bertalbiyah: "Labbaikallahumma Labbaik… Labbaikala sari kala kalabaik., Innalhamda, wanni’mata, laka walmulk, laa sarikala.." Indah banget.
Dan gue paling senang menikmati saat2 seperti ini sambil mencari hal2 yg menyenangkan yg menarik perhatian sehingga perjalanannya nggak berasa. Misalnya sambil Zikir, ngeliatin ciptaan Allah yg lucu2 hehehe. Dan berhenti sebentar untuk menikmati mie gelas berdua sama Lia, temen seperjuangan, yg suaminya Taufik nggak bisa ikut jalan kaki karena lagi sakit, bener2 nikmat. Untung Lia bawa termos kecil. Walopun nggak panas, tp bikin mie gelas 1 biji yg kecil banget itu, ditaro digelas (untung gw bawa gelas plus garpu.., tuh kan gw jg well organized kan ,li..;-) lalu disiram air yg tentu saja sudah tdk begitu panas lagi dari termos kecilnya Lia. 110_02351
Ngelonjor dijalanan, istirahat duduk ditikar dan menikmati mie gelas yg setengah matang…  dah berasa piknik bgt deh. Sedikit sih, tp cukuplah bikin stamina naik lagi.
Begitu ngeliat perbatasan Arafah, wahhh.. kayaknya senang banget. Walopun jalannya sudah terseok2. Diawal2masih ngeliat Aa’ Gym, tapi belakangan beliau pasti dah ninggalin jauh banget secara gue jalannya lama.
Lah.. kagak pernah olahraga apalagi jalan kaki, eh sekalinya jalan jauh banget. Ya wajar ajalah ketinggalan, hehehehe mencari pembenaran.
Dijalanan juga banyak ditemui tempat minum dan mobil2 yg membagikan makanan secara gratis. Tapi kudu berebutan. Lagian kalo pengen ikutan ngambil, nanti ketinggalan rombongan. Alhamdulillah, gue ama Lia dapet bungkusan nasi dan makanan kotak itu dgn mudahnya. Lia lebih asyik lagi, ada yg tiba2 ngasihin kedia. Kalo gue, dari atas mobil yang penuh makanan itu, ada yg ngelemparin langsung ke gue. Agak berebut sih, tp jatuhnya pas di gue. Mungkin nggak tega kali ngeliat tampang mupeng gue dari jauh.. hihihi 110_02401

Tenda Indonesia di Arafah benar2 terletak diperbatasan, jadi jauh banget dari Jabal Rahmah. Bukit tempat pertemuan Adam dan Hawa. Yang Alhamdulillah pas umroh gue sudah pernah kesana. Jadi sepanjang mata memandang nyariin tuh Jabal Rahmah, benar2 kagak keliatan. Sepertinya tenda2 yg dekat ke bukit itu di tempatin sama negara2 kaya.. Yang asia yah kebagian dipinggir gini deh.
Tapi Alhamdulillah, semuanya memang wajib wukuf/berada di Arafah pada tgl 9 Djulhijjah dari Zuhur sampai Maghrib, tidak boleh berada diluar tanah Arafah. Alhamdulillah senang banget nyampe di tenda ini setelah melewati perjalanan beratz. Dan kita disambut bak Pahlawan oleh jamaah2 lain yg terlebih dahulu sudah berada di Arafah (krn naik mobil dr Mekkah lgs kesini).
Kita istirahat dan siap2 tuk mendengarkan Kotbah Arafah yg akan disampaikan oleh Aa’ Gym Ba’da Zuhur nanti. Dan kotbah Arafah Aa’ Gym ini disiarkan secara live di radio2 di jakarta & Bandung dan mungkin jg bisa di rely dari negara2 lain.
http://www.dtjakarta.or.id/content/view/134/33/

20.12.2007
Mina, hari pertama Tasyrik 11 Djulhijjah. Hari ini habis Shalat Subuh dan dengerin ceramah Aa’ Gym ditawarkan untuk melaksanakan Tawaf Ifadah ke MekkahPagi2 Tawaf Ifadah Sai sampai jam 3an trus lempar Jumroh

21.12.2007
Alhamdulillah, hari ini bisa istirahat setelah 2 hari yang lumayan berat kemaren. Jadwal lempar jumrohnya habis Ashar, karena kemaren katanya ada korban saking padatnya. Jadi pemerintah Indonesia menjadwalkan sore hari. Jam 2.30 pagi terbangun krn belum shalat Isya dan Maghrib tadi malem saking capeknya. Begitu nyampe tepar, nyicip makanan teman trus lgs terlelap. Bangun pagi2 gini kirain bakal sepi antrian kamar mandi. Ternyata tetep aja rame, tp mendingan sih dr pada siang hari. Habis shalat and baca2 dikit, mulai deh aktifin Handphone yang dicuekin dari kmrn. Let’s check ada sms masuk apa aja. Pas ngaktifin yang satunya, ada sms dari nomor yg sangat dikenal : "Can you remember one year ago when we… bla bla bla" … What ? kenapa disaat aku nggak memikirkan dunia.. nggak mikirin cowok, malah selalu dirinya yg menghampiri ?
Malah seminggu sebelum keberangkatan, Istvan bilang kalau dia dah baca buku ESQ yang aku kasih dan ‘I have to change’ gitu katanyaa..

What? what..? what ?… Kenapa disaat aku sudah bisa berdamai dengan kenyataan, malah dirinya datang terus ..? hikss.
Mmh… anggap aja ini godaan.

22.12.2007

Hari ini lempar jumrohnya sebelum Zuhur

23.12.2007
Hari ini mo nyobain Tawaf Sunat di lantai 2

24.12.2007
Hari ini Shalat Zuhur di Masjidil Haram, karena nyampenya jam 11an, berarti masih ada waktu untuk Tawaf. Cuma kudu di lantai 1 deh, karena kalau di lantai 2 lagi kudu nyiapin waktu 2.5jam sebelum waktu shalat kalau nggak ingin terpotong ditengah2nya. Hari gini masih rame banget yang Tawaf, tapi Bismillah aja. Alhamdulillah bisa selesai sebelum waktu Shalat. Karena ada acara Tauziah di Maktab dgn Aa’ Gym, jadi mutusin shalat Asharnya di maktab or masjid deket rumah aja. Sore jam 4an Aa’ baru plg dr masjid dan ngasih ceramah singkat dan padat seperti biasa. Temanya ini sebenarnya akan dipakai utk ceramah di Istiqlal nanti. Intinya bagaimana supaya kita bisa hidup dgn Tauhid "La Illaha Illallah" Tiada Tuhan selain Allah… Aa’ jg minta ijin utk pamit duluan, jadi dia pulang sekitar tgl 29dec. Selain pemberitahuan ada tour Jeddah Sabtu ini, besok Alhamdulillah bisa ikutan Umroh lagi. Karena suaranya masih susah keluar, jadi mutusin untuk istirahat malem ini, supaya bsk pagi bisa bangun and niat mandi Ihrom.

25.12.2007
Pagi2 jam 2 dah bangun mo Umroh dengan Miqotnya di Masjid Tan’im. Jadi mandi besar dulu trus jam 3an langsung ke Masjidil Haram, Tahajjud sambil nunggu Subuh. Soalnya berangkat ke Tan’im nya rombongan rame2. Jadi kita ngumpul jam 6 dipintu Al-Faith or Babul Fatah, pintu nomer 45. Dari sana langsung keatas nyari angkot yang ke Masjid Tan’im bayar 5 real. Alhamdulillah dulu pernah kemasjid ini masuk kedalamnya. Karena sekarang rombongan dan rame banget, jadi shalatnya cuma diterasnya aja. Inilah susahnya kalo rombongan, nggak bebas mo kemana2. Kudu ngumpul terus. Jadi nggak bisa shalat didalamnya. Mudah2an nanti ada kesempatan kesini lagi. Setelah Shalat Sunat dan niat, kita

07.01.08
Hari2 terakhir di Mekkah, bener2 bikin hati sedih. Mana lagi halangan yang artinya tidak bisa shalat & tawaf. Setelah berkonsultasi dgn beberapa ustadz soal boleh tidaknya masuk masjid, sebagian mengatakan haram hukumnya masuk, sebagian membolehkan. Dengan keyakinan sendiri dan cari amannya, maka mendingan kalau tetap mau masuk masjid, ya dibagian Sa’i saja. Karena bagi wanita yg berhalangan, Sa’i tetap diperbolehkan. 09012008431

Maka, here I am… kembali ketempat favorit: duduk diatas pembatas Sa’i dgn masjid deket jembatan kelantai atas dan pemandangan langsung ke Pintu Ka’bah. Ini tempat favorit gue difoto. Masih penasaran, ini siapa yg motoin gue lagi tidur ya ? ;-)
Kalau ditarik garis lurus, kawasan ini termasuk Multazam yaitu tempat diijabahnya doa2. Maka pilihan beritikaf or tepatnya sih stay sepanjang malem sambil mandangin Ka’bah dan berdoa adalah pilihan yang menarik, a perfect place : dgn pemandangan arah depan Ka’bah dan bagian pintu emasnya sambil nyandar kedinding dan bagian belakang org2 Sa’i dekat pilar hijau, dimana org2 mengucapkan Rabbighfir, warham, wa’fu, watakarram, wataja was amma… sambil lari2 kecil merupakan irama tersendiri yang mengasyikkan untuk didengar. Kadang2 sambil menerawang menatap Ka’bah, nyalain ipod dgn Asmaul Husnanya Ary Ginandjar, Dzikirnya & I’tirafnya Arifin Ilham atau instrument Silk Road & Koi nya Kitaro… wah nyejuk banget rasanya. I’ll miss this moment. Mo ngadu ma Allah…. kenapa my love life endingnya gini teruss hiks, even ditanah harom ini. But diatas itu semua, Syukur Alhamdulillah atas rejeki, nikmat, kesempatan yang telah Engkau berikan padaku Ya Allah… Dikesempatan ini pula, aku mohon ampun atas dosa2ku.. Jalan kelantai atas, lt 3 dan mwnikmati indahnya Ka’bah dr atas :nice place with nice man Tiba2 inget kejadian thn lalu. Kok sama ya, nice place with a nice man tapi nggak bisa bareng…:(

Selasa, 08.10.2008
Hari ini I’tikaf lagi Dan ngasih tahu kalo besok pagi mo pada ke Gua Hiro’ dibukit/Jabal Nur Memang pernah denger sih kalo ada schedule mendaki ke gua Hiro, tapi gue kira cuma buat bapak2. Ternyata kaum hawa banyak juga yg ikut. Kepikiran juga sih, kenapa enggak.. sekalian menyempurnakan Tanazul kmrn. Udah kadung susah, melewati masa2 sulit. Masa sekarang harus melewati petualangan ke bukit yang terjal sekalian merasakan bagaiman Rasulullah dulu berjuang. Memang selain itu karena diajakin Kang Karom… Ya, Allah, luruskanlah niatku…

Rabu, 10.01.2008
Pagi2 habis Subuh jam 06.30 langsung ngumpul dipintu Al-Fatah bagi yang ingin mengikuti kegiatan ke Gua Hiro’.. Sempat ragu2 juga sih, secara nggak nyiapin fisik dan mental mo mendaki bukit ditambah I’tikaf di masjid dimana tidurnya kurang sekali plus saltum alias pake baju bukan buat mendaki. Jadi celana jeans, jubah & sendal tinggi. Hahaha.. inget waktu ke Krakatau ama Istvan. Gue dgn baju pink dgn sepatu jalan yang terang aja lgs diledekin; "dasar anak kota, ke gunung kok kayak ke mall" Tapi whatever, lg ditanah suci gini mah pake apa aja nggak masalah asal ketutup dan sesuai syariat, nggak ketat, nggak ngebentuk. Cuma sendal jepitnya aja yg model tinggi gitu yg sebenarnya utk menghindari celana dari basah or kotor kena najis. Pagi2 gini kyknya badan nggak enak, laper, mata masih susah dibuka tapi begitu ngeliat banyak juga ibu2 yang ikut jadi semangat lagi.Sarapan nasi dulu dan teh panas yang dijual dipinggir masjid, baru deh kondisi agak baikan.

Kamis, 10.01.2008
Hari ini ke Medinah. Jadi pagi2 dah siap2 untuk Tawaf Wada’ Kutunggu didepan air zamzam Kutunggu ditangga belakang Ka’bah Jumat pagi Arbain dimulai Shalat Subuh sampai nanti Shalat Isya Jumat depan tgl 18.01.2008 jadi 40 waktu Shalat wajib di masjid Nabawi.

Sabtu, 19.01.2008 Hari ini kembali ke Indonesia

Pelaksanaan Ibadah Haji

December 5th, 2007 by susyyulia

Inti dari proses Haji yang akan gue jalanin nanti…

Pelaksanaan Ibadah Haji Dikutip dari buku "Petunjuk Ibadah Haji, Umrah dan Ziarah" karya Dr Miftah Faridh.

Ihram
a. Pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah) berpakaian Ihram dari tempatnya masing-masing di Mekkah (seperti ihram di miqat) dengan niat ibadah haji (bagi yg melakukan haji Tamattu’) sambil mengucapkan [labaika allahumma hajjan]. Dengan urutan pelaksanaan: mandi & wudhu, berihram, sholat sunnah, dilanjutkan dengan niat.
b. Pada hari itu juga 8 Dzulhijjah, berangkat ke Mina untuk melakukan mabit (bermalam). Selama di Mina melakukan sholat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh (sholat yg 4 rakaat di qashar tanpa di jama’)

Wukuf di Arafah
a. Setelah terbit matahari tgl 9 Dzulhijjah, berangkat ke Masjid Namirah dengan iringan bacaan talbiyah kemudian menuju tempat wukuf (tenda yg disediakan) di Arafah.
b. Wukuf dimulai sejak tergelincir matahari sampai menjelang Maghrib
c. Masuk waktu Zhuhur, sholat Zhuhur dan ‘Ashar dijama’ taqdim qashar kemudian mendengarkan khutbah Arafah d. Setelah itu perbanyak doa sambil menghadap qiblat dan mengangkat kedua belah tangah. Perbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah, membaca Al Qur’an, takbir, tahmid, tahlil dan lainnya.
e. Wukuf dilakukan dalam tenda khusus.
f. Selama wukuf tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas.
g. Selama wukuf sebaiknya menghadap qiblat

Mabit di Muzdalifah
a. Setelah terbenam matahari (masuk tgl 10 Dzulhijjah) berangkat ke Muzdalifah. Sholat Maghrib dan Isya di Muzdalifah di jama’ ta’khir qashar.
b. Bermalam di Muzdalifah mengambil 70-100 atau 49 batu dan sholat Shubuh berjamaah di Muzdalifah. Kemudian berangkat ke Mina dan menghadap qiblat untuk berdoa, takbir, tahmid dan tahlil.
c. Bagi orang tua dan yg sakit boleh meninggalkan Muzdalifah saat malam hari setelah lewat tengah malam menuju Mina. Bagi yang sehat/kuat sebaiknya meninggalkan Muzdalifah setelah sholat Shubuh.

Melempar Jumrah ‘Aqobah
a. Di Mina tgl 10 Dzulhijjah waktu Dhuha melempar jumrah ‘Aqabah dengan 7 (tujuh) butir batu.
b. Setelah melontar kemudian menyembelih hewan qurban (al-hadyu) bila memungkinkan atau boleh pada hari-hari sesudahnya (hari tasyriq). Al-hadyu dilakukan di Mina , udhhiyah (qurban biasa) bisa dilakukan di mana saja.

Tahallul Awal
a. Setelah jumrah ‘Aqabah lalu menggunting rambut atau mencukur seluruhnya (gundul bagi pria)
b. Maka bebas semua larangan ihram kecuali bergaul dengan istri dan berakhir pula bacaan talbiyah

Thawaf Ifadah
a. Setelah tahallul awal, tgl 10 Dzulhijjah, berangkat ke Masjidil Haram untuk thawaf Ifadhah (tidak berihram)
b. Pelaksanaan thawaf sama seperti thawaf biasa
c. Setelah thawaf dan shalat sunnah di dekat Maqam Ibrahim kemudian Sa’i namun tidak ada tahallul (memotong rambut) lagi Sesudah jumrah ‘Aqabah dan thawaf ifadhah berarti sudah tahallul tsani. Sudah bebas dari semua larangan ihram.

Melempar 3 (tiga) jumrah dan Mabit di Mina
a. Setelah thawaf Ifadhah tgl 10 Dzulhijjah kemudian kembali ke Mina untuk mabit usahakan agar sampai ke Mina sebelum Maghrib.
b. Tgl 11 Dzulhijjah setelah Zhuhur melempar 3 jumrah masing-masing 7 batu. Pelaksanaan jumrah harus tertib dari Ula ke Wustha baru ‘Aqabah.

Nafar awal dan Nafar Tsani
Pada tanggal 12 Dzulhijjah setelah Zhuhur melempar kembali 3 (tiga) jumrah (Ula, Wustha, ‘Aqabah) seperti tgl 11 Dzulhijjah. Setelah itu kembali ke Mekkah (Nafar Awal) dengan syarat sebelum Maghrib sudah meninggalkan Mina. Sedangkan bagi mereka yang belum pulang ke Mekkah pada hari itu maka wajib baginya melempar 3 jumrah pada tanggal 13 Dzulhijjah setelah itu baru pulang ke Mekkah

New lift system in Menara Mulia

November 11th, 2007 by susyyulia

Pagi ini ada kejadian lucu pas mo masuk kantor dilantai 20 Menara Mulia. Karena udah kesiangan, jadi gue buru2 masuk lift tanpa menyadari kalo systemnya dah berubah. Alhasil, dalam lift itu kagak ada tuh pencetannya yang mo kelantai berapa..
Dalam hati mulai panik..  "loh kok nggak bisa milih nih, emang nih lift naeknya pake perasaan yah ? emang dia ngerti ya kita mo kelantai berapa…?" hihihi.

Dan tiba2 tuh lift langsung kelantai 21 trus 26.. eh, kok lantai 20 dilewatin ya ? Habis lantai 26, lift turun lagi ke 21 trus 19. Wah.. karena dah buru2 kita (gue dan 2 orang temen) langsung turun di 19 aja biar kita naek tangga aja ke Lt. 20.
Begitu dah lewat Exit dan naek tangga, pas dilantai 20, tuh pintu keluar dari dalam tangga kagak bisa kebuka.. wahh.. mulai panix deh bete.. Kita kekonci ditangga nih..  Karena tangga exit itu tidak bisa dibuka dari dalam tapi harus dari luar.

Setelah bolak balik nggak jelas, baru deh kepikiran, kenapa nggak minta tolong dibukain dari luar ya..? heheheh. Dasar, kalo panik kagak bisa mikir dengan jelas.

Setelah telpon temen tuk bukain tuh pintu dari luar. Baru deh kita bisa masuk dengan lega keruangan hehehe. Ade2 aje..

Ternyata, mulai hari ini, dari Ground floor ato dari lantai berapapun, kita harus mencet mo kelantai berapa, baru otomatis alat ini akan memberitahu Lift di nomer berapa yang akan bukaa.. hehehehe. Kayak dibawah neh.. ada pencetannya..
Bisa buat nelpon neh kayaknyaa..hihihii;-)
12112007362
Bagus juga nih system, mudah2an mempercepat turun naik nya kita-kita…

Dasar ndeso deh gue…

Spritual Journey part 1

September 16th, 2007 by susyyulia

17.07.2007
The 1st Monday of Ramadhan month.

Lagi-lagi, jealous banget sama Indosat yang punya program selama Ramadhan. Kalau Kamis dan Jumat kemaren gue berhasil ikutan karena sekalian ada meeting jam 1 di kppti. Tapi kalau hari ini, secara ada meeting internal di Menara Mulia, jadi agak susah kalo mo cari alesan kesana.
Sebenarnya sih nyalahin diri sendiri juga yg nggak bisa manage waktu dgn baik. Kalau tadi buru2 langsung cabut, bisa aja sih kesana sebentar dengerin ceramah doang trus balik lagi.

Anyway, semua ada hikmahnya.. Sekarang ada waktu sebentar buat nulis..;-) Jadi terinspirasi buat nulis lagi or upload tulisan2nya yg nggak sempat terselesaikan. Banyak yang ingin ditulis, pengen nulis and cerita hikmah yang gw rasakan belakangan ini.

Hikmah 1
Nggak nyangka, waktu seminggu out of 1 month di Hungary, best holiday ever thn lalu, persis banget waktunya dgn 8-13 Dzulhijjah (18-23 December 2007) out of 40 days this year journey.
Waktu sama, nikmatnya beda..;-)

Hikmah 2
Udah nyiapin total cuti 11 +  20  = 31 working days, incase nggak dapet cuti dari kantor. Eh, ternyata dapet additional 30 kalendar days cuti!.
Subhanallah… Alhamdulillah.. Tuhan punya rencana.

Semuanya adalah hidayah dari Allah..

Hikmah 3
Alhamdulillah, dapetnya kloter 80 yang berangkatnya udah akhir2 gitu Insya Allah tgl 12 Dec. It just sounds perfect. Bisa beresin kerjaan kantor dulu, bisa ke Padang dulu dan paling penting ujian schedule Goethe nya ternyata berakhir tgl 4 Dec. Artinya aku nggak perlu pake ujian duluan, ikutin schedule aja… Alhamdulillah.
Terima Kasih ya Allah..

Semoga semuanya lancar and Mabrur….

Rome, the glory from the past…

May 30th, 2007 by susyyulia

When I saw this pic with Coloseum background, remind me when visited this wonderful place 2 years ago….

Roma 23-26 Sept 2005

P1040375 Adduuhhh senang banget akhirnya jadi ke Roma, Italy. Dulu pas a half year stayed in Vienna, pengen ke Italy (Venice) yang agak deketan ke Vienna, nggak kesampain. Eh, sekarang malah dikasih kesempatan langsung ke ibukotanya Italy, Roma. Alhamdulillah banget.
Dulu, pas thn 2003, inget banget gue diajakin sama temen2 di Vienna ke Roma naek mobil rame2 dari hari Jumat ampe Minggu. Tapi karena Jumatnya gue ada training, dengan berat hati terpaksa ditolak. Pilihan yg sulit. Karena gue mikir, kapan lagi ke Roma, tapi Dikman (temen training dari Indo, ngingetin: “Loe kan kesini training,sus..”). Kalo mo bolos, keliatan banget. Secara gue cuma berdua ama dia private training, nggak mungkin Dikman training sendirian.  Huh, suara hati gue terpaksa menolak ajakan jalan2 itu. Dan keputusan yang benar.
Orang sabar dapet balesannya sekarang. Siapa sangka, pas acceptance test di Berlin, kesampaian juga maen ke Roma, negeri yg terkenal dgn pizza dan spagettinya itu dan negeri yg sudah berusia 3000 tahun!

Sebulan di Berlin untuk urusan acceptance kerja, cukup melelahkan juga tiap hari ngantor. Padahal kan kalo dah berbau Europe itu harusnya kan: jalan-jalan… hehehe. Europe gitu loh, sayang kalo cuma hotel-kantor Siemens. And thanks to Mathias Gutgessel yang janjiin gue kalo acceptance nya dah kelar, boleh bawa customers nya ke satu kota diluar Berlin, Germany. Sebenarnya Pak Yazid & Furqon, the customers pengennya ke Paris. Tapi scara gue dah pernah kesana, kan mendingan yang belum pernah donk. Sempat beberapa pilihan: Negara Schengen yang tanpa visa: Amsterdam, kota2 di Jerman: Frankfurt or Hamburg or Munich malah. Tapi kan kalo dikasih kesempatan keluar negara, ngapain di Jerman aja coba,  kurang jauh.. hihihi. Lagian dulu dah ke Munich juga. Amsterdan mayan deket dari Berlin secara geografis, tapi kalo dikasih flight ticket, kenapa mesti milih yang deketan. Ya nggak? Hehehe, Setelah gue bujuk2, tepatnya maksa sih hehehe,  lagian kan gue yg ngurusin nih. Mo diurusin nggak nih pak, mendingan kita ke Roma aja, hehehe. Ampe Pak Yazid comment, sebenarnya kamu nemenin kita jalan2,  apa kita yang nemenin Susy yah.. heheheh. Jadi deh bujukan gue berhasil. Karena Pak Yazidnya juga belum pernah ke Colosseum.

Walopun pada akhirnya, last minute Pak Yazidnya nggak jadi ikut karena disuruh pulang sama Pak Roedy Poerwanto, Pak Yazidnya mo diangkat jadi Division Head. Jadi deh, perginya ama Furqon doang and Bianca. Yang nemenin lebih banyak dari yang ditemenin..hehehhe. Jadi Furqon terpaksa deh pergi ama 2 cewek & terpaksa jg jadi bodyguard dan geleng2 kepala ngeliat kelakuan ni kita-kita, yang demen jalan. Yang satunya nggak kuasa ngeliatin bule2 ganteng, yang satunya nggak kuat ngeliatin doggy. Jadi suka menghilang masing2.. hahahaha. Kessian Furqon, ampe syok gitu..hihihi.

Anyway, Alhamdulillah singkat cerita, setelah ngebrowse2 di Internet soal Hotel and flight, beli ticketnya juga di yang Last Minute ticket gitu. Jadi deh, kita weekend ini ke Italy. Jumat pagi lgs terbang dari  Flughafen Tegel Berlin ke Roma…. Cihuy, Roma I’m coming…
Baru dateng di Airport, langsung naik taxi ke Hotel. Ternyata ada kesalahan konyol. Di internet kita milih hotel yg cuma 15 minute dari airport. Tapi kita nggak baca kalo Airport di Roma ada 2. Jadi deh, ternyata hotelnya deketnya malah ke Airport yang satunya, jadi bukan di Ciampino Airport.. Uffff, ngabisin waktu deh nyari hotelnya yang ternyata jauh dan harus bayar 100Euro!!!. Untung yg milih hotelnya tuh Furqon. So, I can’t be blame on this mistake.. Mana hotelnya nggak ada yg kenal lagi. Sempat nanya2  tuh si taxi drivernya : Pronto2, excuse mo… where’s the hotel Palaca Vicci..?. Setelah mayan jauh nyampe juga dihotelnya yg malah kayak mess gitu.

Akhirnya diputuskan besokannya pindah aja nyari yang di kota-an, deket Termini Station. Sempet deg2an juga nyari hotel dadakan gitu kan nggak gampang. Rata2 pada fully booked pas weekend.. Grrr, baru berasa deh susahnya ngurusin orang. Untung gue punya temen Italian. Langsung deh tlp2 dia and minta advicenya nginep dimana. Sayangnya dia nggak di Roma tapi di Milano. Dengan usaha keras guee..ciee, dan supaya pada nggak panik krn hotel2 pada penuh. Pas lagi lunch, gue suruh Bi and Furqon pesen yang banyak dan enjoy the meal, gue menghilang dan nyari2 hotel sendirian disekitar restorant. Hah, memang usaha gue mendatangkan hasil. Ada satu hotel yang lumayan mahal Ariston Hotel Termini and cuma tinggal 2 kamar kosong, langsung deh gue booked. So, everybody’s happy.. Kita mulai enjoy lagi jalan2nyaa..
Colosseum1Tempat yang wajib dikunjungin adalah
Colosseum! One of the greatest objects of Rome’s history, yakni tempat para gladiator bertarung menyabung nyawa dan mempertahankan kehormatan diri yang ditonton oleh ribuan penduduk Roma. Gede banget dalamnya. Kesannya bangunan yang setengah jadi. Pas masuk kedalam terbayang filmnya Gladiator dgn penjaganya diluar yg pake baju gladiator gitu. Boleh aja sih ngajak foto, tapi bayar.. hehehe. Soalnya kita terjebak nih, diajak foto mau aja, ujung2nya minta bayaran..hahahaha.

Setelah mengelilingi luarnya dan melihat bukit Palentine Hill, kita segera menuju Piazza (square) tempat2 laennya yg enaknya bisa dicapai dengan berjalan kaki aja. Enak banget pedesteriannya nyaman buat jalan, jadi asyik2 aja seharian jalan2 keliling kota dgn map ditangan. Colosseum2 Piazza_spietro1

Travelling and Spritual Journey…

March 19th, 2007 by susyyulia

Gue senang banget yang namanya travelling.
Apa hubungannya dengan spritual journey, yah..?
Travelling adalah sebuah pengalaman spritual. Setiap melihat keindahan dan kemegahan diberbagai negara, aku selalu merasakan kebesaran Tuhan. Subhanallah…
Dari kecil sebenarnya terpendam keinginan untuk mengunjungi tempat2 bersejarah yang diceritakan di Al-Qur’an. Malah diusia kecilku, pernah berkeinginan untuk bisa Shalat dimasjid2 bersejarah jaman dulu. Minimal sekali. Tapi yang ada, selama di Eropa, malah nemunya biara, church, Cathedral, Basilica.. yang teteup juga sih dimasukin untuk melihat kemegahannya. Dengan tak lupa membaca Bismillah…;-). Di Eropa, kebetulan di negara yang gue kunjungin memang susah menemukan yang namanya Masjid. Instead of Shalat di Masjid, malah masuknya ke
Stephan Cathedral di Vienna, St. Vitus cathedral in Prague, Chatedral yang di Marientplatz Munich, Tihany Benedictine Abbey, Esztergom Basilica, Matthias Church and  St. Stephen’s Basilica di Budapest bahkan Vatican di Roma. Dalam hati, gue yakin, mungkin salah satu arsiteknya adalah moslem, dan banyak juga bangunan2 itu mungkin dulunya ada juga yang bekas masjid, scara arsitekturnya nggak lepas dari kebudayaan Arab.

Hanya satu Islamic Centre, yaitu di London yang pernah gue masukin untuk Shalat. Itupun pake ditegur oleh yang jaga, karena Islamic Centre dikawasan Soho ini hanya untuk laki2 dan mungkin mereka ngerasa aneh aja kali yah, liat wanita (dan tanpa jilbab) malah pengen masuk dan Shalat.
Dan karena nggak ada mukena, gue harus ikat sana ikat sini untuk bisa Shalat…;-(
However, it was nice experience bisa ngerasain Shalat di rumah Tuhan selama di Eropa. Selain itu, Alhamdulillah, bisa merasakan Shalat di pusatnya Ka’bah:
Masjidil Haram di Mecca, Masjid Nabawi di Medinah, Masjid Kuba (cikal bakal berdirinya Masjid pertama yang didirikan Rosulullah SAW waktu Hijrah ke Medinah), Masjid Khandaq dan Masjid Qiblata’in, yang dulu dikenal dengan dua kiblat di Medinah, Masjid di Bir Ali Medinah dan masjid Terapung di Jeddah.
Di Indonesia sendiri tetap tersimpan keinginan untuk merasakan Shalat di Masjid2 bersejarah dan terkenal. Yang kalau masuk kedalamnya, akan merasakan kebesaran Tuhan, Subhanallah.
So far, baru
Masjid Istiqlal, Masjid Al Azhar, Masjid At-Tiin, Masjid BI yang terletak dikomplek Bank Indonesia, bersih dan bagus untuk ukuran sebuah masjid yang berada ditengah kota, DT Jakarta, Masjid Al-Hakim Menteng, Masjid Sunda Kelapa, Masjid An Nur di komplek Keuangan Ciledug, , Masjid Salman ITB dan Masjid di STT Telkom Bandung yang menurut gue arsitekturnya mirip dan bagus juga. Kalau soal masjid, masih banyak yang pengen gue kunjungin, kayak Masjid yang di Blok A Tanah Abang, Masjid dgn Kubah emas di Depok itu.. dll.
Dan masih banyak negara2 yang ingin gue kunjungin. Negara yang dari dulu
pengen banget gue kunjungin dan merasakan Shalat di Masjidnya adalah Cordoba, Andalusia, Spanyol.  Mengunjungi yang namanya Mezquita, Water Wheel, Roman Bridge and Medina Alzahra. Pengen banget mengunjungi negaranya Armen Firman, ilmuwan Muslim yang menemukan cikal bakal pesawat terbang itu. Dan satu lagi, Blue Mosque di Turki. Sebuah Masjid yang bagus Sekh Loft Allah di Isfahan, Iran dan masih banyak lagi.
Terlepas dari ada atau tidaknya masjid, gue juga pengen menginjakkan kaki ke negrinya Yuri Gagarin, manusia pertama yang menginjakkan kakinya keruang angkasa itu, yaitu Moskwa Rusia… Inget lagunya Scorpion..;-) ’I follow the Moskva and down to gorky park…listen to the wind of change..”.
Tapi itulah manusia.. keinginannya tak terbatas, tapi kemampuannya terbatas..;-)

Terlepas dari itu semua, setelah mengikuti training ESQ, jadi diingatkan betapa kecilnya arti manusia disuatu titik dimanapun dibumi ini, dilihat dari atas galaxy. Jadi dimanapun berada, yang terpenting adalah kedekatan dengan Tuhan. Nggak ada artinya kepintaran, yang kadang di pakai sebagai tolak ukur penilaian pada manusia, kekayaan, ketampanan… So, smart, handsome and nice but if you don’t belive in God make you back into nothing….;-(
Seharusnya sih sudah tahu… entah kenapa hatinya selalu ditutupi…;-)

Mudah2an Spritual Journey nya bisa dilanjutkan and once in a while there will be a giant step in my life, but most of the time I’m walking small…;-(((

Jakarta Banjir!

February 2nd, 2007 by susyyulia

02.02.07

Hari ini 02.02.07 Jakarta dan sekitarnya banjir gede. Hujan deras sejak kamis kemaren dan nggak henti2nya sampai pagi ini bikin banjir dimana2.
Orang-orang banyak yang nggak masuk kerja. Indosat juga diliburkan. Jam 2 dah pada pulang, meeting juga dibatalkan, kantor sepi…;-(

Miris banget ngeliat keadaan seperti ini. Dulu pas kawinan temen gue tahun 2002, (inget banget tuh kawinannya tanggal 02.02.02, banjir gede juga), sekarang lebih parah lagi.
Alhamdulillah, rumah gue, kos-an dan kantor nggak kebanjiran, tapi teman/saudara2 yang lain banyak yang kebanjiran dan aktivitas langsung lumpuh total. Secara orang2 banyak yang kena musibah.
Yang tadinya mo weekend pulang kerumah di Ciledug, jadi batal. Karena akses kesananya juga banjir…;-(

Pagi2 ditivi dah disiarkan berita banjir dimana2. Yang tadinya dah siap2 kekantor jadi males. Cuaca kayak gini emang enaknya tidur lagi. Tapi ntar siang ada meeting ma customer. Jadi deh berangkat juga akhirnya.

Begitu nyampe digedung D.. ooo’ banjir bo’ training centre. Gimana ke gedung E nih. Terpaksa deh muter ke gedung B depan lewat mushalla bawah dan parkiran.070202_090217A_070202_084717   A_070202_084955

Alhamdulillah nyampe juga. Tapi sepi banget nih kantor.. Ruang akuarium (bos2) pada kosong..

Sedih liat Jakarta hari ini…;-(
Banyak saudara kita yang harus mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Bismillahirrahmanirrahiim…Dompet Peduli Banjir Jakarta bisa diliat di http://peduli.multiply.com/journal/item/68

Almost 2 weeks in Munich…

January 19th, 2007 by susyyulia

Munich (01.01.2007 till 14.01.2007)

Sebenarnya nggak banyak yang bisa diceritain tentang Munich and not really excited to tell the story about Munich. P1080395
Pertama, dulu dah pernah kesini, walopun cuma 4 hari..
Yang kedua, karena org2 kantor paling sering kesini, jadi not really special actually.
But anyway… tetep seneng banget hang out almost everyday at Marientplatz.
Duhh, kalo nggak nahan keinginan, bawaannya mungkin belanja mulu kali disini.. Bagus2 banget sepatunya, tasnya .. jamnya keren2, souvenirnyaa…;-)
Kemaren2 ini kan asyikk jalan2 ketempat2 bagus.
Kalo skrg saatnya rileks and cuci mata deh, sekitar Odeonplatz, Maximillian… etc.P1080585_1

Diantara ini adalah tempat-tempat yang sempat gue datengin. Saking enjoynya jalan2 tiap hari sekitar marientplatz, jadi males kemana2.
Tapi lumayan juga tempat2 ini tercapai untuk waktu yang hampir 2 minggu…

Marientplatz, dulunya area ini adalah pasar garam dan gandum.  Sekarang? Surga bagi sigila belanja. Bangunan2 kuno yang bernuansakan gothic tetap dipertahankan. Pas pertengahan hari, lonceng Glockenspiel akan berkumandang dipuncak Town hall Tower, dan boneka2 kayak di PS akan keluar dan menari. Eh, PS yang ngikutin gaya ini kali yah…;-).

Selain ke Marientplatz, gue masih sempet ketempat2 laen walopun nggak sempat ke Neuschwainsten and Zugzpitze.
Karena dah kere.. hehehe dah keabisan duit..;-(.
But I wish I can do it again someday… Insya Allah.


Olympiapark

P1080412 Jadi inget ketampanan Eric bana dalam film Munich dengan mengunjungi Olympiapark yang sengaja dibangun untuk menggelar Olympiade tahun 1972. Kompleks olympiade ini kini digunakan untuk aneka kegiatan luang mulai dari perlombaan olahraga dan pagelaran konser.
Panorama kota Munich bisa dilihat dari Olympia Tower, gedung paling tinggi di Munich. Katanya menara ini hanya 10 meter lebih pendek dari menara Eiffel.
Didalam Olympic Tower itu terdapat restaurant yang berputar diketinggian 181 meters, kita bisa liat view kota Munich yang bagus banget. Kalau di Jakarta kayak restaurant di menara Imperiumnya Jakarta atau resto2 di gedung BNI 46 deh..
Olympiapark itu luas banget. Diantaranya terdapat :
- Olympiastadion (Olympic Stadium), stadion tempat pertandingan sepak bola. Jadi selain Allianz Arena. Munich punya Olympiastadion ini.

- Olympiahalle (Olympic Hall), tempat pagelaran2 konser diadakan. Pas gue kesini, banyak iklan2 untuk pertunjukannya Justin Timberlake dibulan Maret 2007 dan Lionel Richie dan lain2 yang banyak banget.
- Olympiahalle-Schwimmhalle (Olympic Swimming Pool)
- Olympia-Eissportzentrum (Olympic Ice Sports Centre)
- Olympiaturm (Olympic Tower), tower dengan ketinggian 291,28 m, dibuka pada tahun 1968 dan dibangun pada tahun 1965.

BMW Musium
at the Olympic Tower di area 1200m, the place where your BMW is born….., dimana kantor pusat BMW berada.
Tapi kantornya agak diluar dari Olympic tower ini, the group’s head officenya.
Scara pas turun dari station U bahn, awalnya sempat kesasar kekantornya ini or emang sengaja juga sih, pengen liat pusatnya para otak brilian berkumpul nih..;-). P1080404
Untuk kantornya yang terdiri dari 3 tower yang khas banget dengan merk terkenal brand BMW nya itu diatapnya. Arsitek yang membangun building ini berasal dari
Vienna: Professor Karl Schwanzer. Vienna? it  sounds familiar yah…;-)
BMW-Museum bisa dijumpai next to Olympic Tower. Jadi sekalien deh, untung lokasinya nggak jauh2 dari Olympic Tower. Jadi kita bisa sekalian mampir ke Musiumnya. Pas kunjungan gue, BMW Musium ini dalam masa renovasi yang akan mengalami perubahan konsep dan innovasi baru yang akan diperluas dan dibuka pas summer 2007. Wah, pasti seru banget nih melihat konsep dan tata letak barunya. Kayaknya gue harus datang lagi nih pas summer…;-).
Insya Allah, kali aja ada rejeki…
Tapi musiumnya tetap dibuka selama periode ini. Dibuka sejak tahun 1973, tempat ini jadi salah satu tempat kunjungan terpopuler di Munich.
Disini bisa ditemui si legendaris BMW 328,  mobil tercepat dari tahun 1936, dan BMW 501 dari tahun 1952 yang lebih dikenal sebagai Baroque Angel, atau BMW 507 dream roadster dari tahun 1955.
Pas baru masuk ke museumnya, ada souvenir shop, yang selalu menarik perhatian gue dan gue naksir banget sama dompet hitamnya. Tentu aja selain miniatur2 mobil BMW nya. Kalau yang mobil2 kecil keren itu nggak terjangkau harganya. Paling liat dompet yang agak terjangkau. Keren banget tuh, dompet kulit hitam dgn logo BMW. Harganya sih cuma 40 euro, tapi karena gue dah beli di Marienplatz dompet item juga, kayaknya mubazir beli lagi..;-(.

Schloss Nympenburg

Lagi lagi atas rekomendasinya buku Lonely Planet, maka istana Nympenburg ini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Munich. Setelah nanya sana sini, akhirnya nemu juga letaknya schloss/istana Nympenburg ini. Dari Karlplatz naik tram 71, turun di Nympenburg station dan jalan dikit kearah kiri, dah langsung kelihatan bangunan bagus dari istana ini dengan halamannya yang luas. Dengan kombinasi unik dari architecture dan design taman yang asri,
Dsc00304Nympenburg is one of the best examples in Europe of a synthesis of the arts. Halamannya luas banget dengan air mancur ditengah2nya. Gue yakin kalau summer pasti bagus banget. Ada danau2 dengan angsanya yang banyak banget. Bagusss banget, perjalanan menuju istananya.
Nymphenburg ini dulunya adalah hadiah dari Ferdinand Maria untuk istrinya Henriette Adelaide tahun 1675. Di istana ini juga dapat ditemui Marstallmuseum dan Porcelain Museum, the Museum Mensch and Natur and the Botanical Garden. Nympenburg ini dulu adalah salah satu tempat kediaman musim panasnya the Bavarian monarchs.
Selain itu, terdapat juga beberapa residence disekitar Munich ini, seperti :
Schleißheim Palace and Dachau Palace. Neuschwainsten juga adalah salah satunya. Tapi yang sampai sekarang gue nggak ngerti adalah hubungan dari semua istana itu. Karena istananya banyak banget, bukan hanya di Munich tapi juga diluar Munich. masing2 punya history sendiri. Cuma gimananya, belum sempat baca. Mungkin karena memang jaman dulu raja2nya senang aja punya istana dibeberapa tempat atau bisa juga beda raja, beda tahun, beda kekuasaan, mereka juga bangun istana masing2
Gue memang suka tempat2 seperti ini, seperti Schloss Schornbrunn di Vienna, Schloss Sansoucci di Postdam Berlin. Selalu excited aja melihat bangunan tua dan besar yang dibangun berabad2 lalu. Always wondering, kok bisa yah, orang2 jaman dulu punya pemikiran seperti ini dan dah punya sense of art. Apalagi kalau masuk kedalamnya dan melihat kelangit2 gedung2 ini, the wall and ceiling paintingsnya itu lho… biasanya langit2 itu dilukis hand made. Dan selalu balance antara sisi kiri dan kanan. Entah gimana bikinnya jaman dulu.. Subhanallah.

Alte Pinakhotek
The Museum : 14th to 18th Century European Painting


Setelah melihat must-see-visit interesting placess Munich di bukunya Lonely Planet, maka The Alte Pinakothek adalah salah satunya.
Dan setelah nanya sana nanya sini, akhirnya bisa juga nyampe ditempat ini. Naik U-bahn ke Karlplatz, dan dari sini naek tram ke arah Pinakotek. Ternyata dekat banget lho dari Karlplatz. Pulagnya malah pengen jalan kaki aja kepusat kotanya. Sayang, angin keceng banget dan dingin, akhirnya milih naik tram lagi.
Begitu sampai, ngeliat gedungnya, kirain tempat kuliahan, scara gede banget dan kayak gedung universitas gitu.
Althe Pinakothek ini adalah suatu tempat musium lukisan, one of the world´s most important collections. Disini bisa ditemui lebih dari 800 lukisan, dan banyak diantaranya adalah lukisan2 yang terkenal, masterpiece lukisan Eropa dari abad ke 14 sampai 18: Rembrandt, Ruben, Van Dyck, Chardin etc , koleksi2 lukisan dari Belanda dan terdapat juga lukisan “Canigani Holy Family,” yang pertama dilukis oleh Raphael yang dibawa kemusium ini. Lukisan2 abad 19 juga dipamerkan di Neue Pinakothek dan abad kedepannya lagi, 20an di pamerkan di
Pinakothek der Moderne. Jadi terdapat beberapa gedung di area ini. Pinakothek der Moderne dibuka pada tanggal 19 September 2002.P1080569
Scara gue nggak begitu paham soal lukisan dan not really interested, so kesini hanya kunjungan singkat. Lagian pas winter nggak begitu banyak pengunjung. Kesini lebih karena rekomendasi dari Lonely Planet aja. However, mayan juga deh tempatnya. Gue selalu senang meihat bangunan2 tua..

—————-

Allianz Arena
P1080454 Nah ini nih lapangan bola yang gede banget; tempat yang dipakai sebagai the official opening ceremony and opening match for the 2006 FIFA World Cup pada tanggal 9 Juni, 2006.
Kalau melihat sejarahnya, lapangan ini sudah dibangun sejak tahun 2002 dan officially inaugurated in May 2005. Lapangan raksasa ini dibiayai by the Bavarian capital’s two Bundesliga clubs,
TSV  P10804521860 München and FC Bayern München.

Jadi nggak ada hubungannya sama Allianz yang asuransi itu yah. Kirain namanya Allianz karena mereka yang mensponsori. Tapi, ternyata oleh 2 club sepak bolanya Munich ini. Designnya dilakukan oleh Arsitek dari Swiss: Herzog & de Meuron of Basel, Switzerland.
Dilantai atas, bisa ditemui tempat jual souvenir2nya 2 club sepak bola itu. Saking gedenya ni stadion, naik kelantai atasnya aja sampai ngos-ngosan.
Gate satu dan yang lainnya saling berjauhan…. Mayan juga sih jalannya.
Busyet dah, gede banget, dengan kapasitas 69,900 kursi dengan 2,200 nya adalah "business seats".  Lapangannya sendiri mempunyai luas sekitar 8,000 sqm.
A total of 2,874 inflated foil panels form the 64,000 sqm roof and façade: the biggest membrane shell in the world.
Jadi atapnya itu terdiri dari membran shell yang didalamnya dikasih kipas yang sangat besar untuk menjaga panel2nya itu ditekanan yang tetap. Dengan kondisi seperti ini, nggak heran kalau Allianz Arena ini memenangkan prestigious fire safety award.
Diluar banyak ditemui layar2 tivi yang meceritakan bagaimana atapnya ini dibangun. Yang paling menarik adalah lampunya. Jadi atapnya ini bisa berubah2 warna, tergantung dari team mana yang main.
Bagian depan gedungnya itu kadang warna putih dan biru untuk
TSV 1860 München atau pola merah dan putih untuk FC Bayern München.

Deutsches Museum

Deutsches Museum: one of the world’s biggest and most important museum of science an techology. Founded more than 100 years ago by Oskar von Miller.
Tadinya nggak direkomendasikan ma temen tuk mengunjungi tempat ini. Tapi feeling gue kok this is a must see visit place as well. Gue gitu loh, techology and gadget freak..  Nggak boleh dilewatin nih.
What’s genetic engineering? How does a deep-sea diving bell function? What does the first x-ray tube look like? You’ll find all the answers at the Deutches Museum, more than 2000 demonstrations. Gitu bunyi brosurnya… 
Siapa yang nggak tertarik coba ?

So, pas lagi ada waktu nyamperin deh nih museum. Dulu pas nyasar di Isartor waktu mau ke Nympenpurg sempat liat petunjuk arah ke Deutsches Museum. Jadi deh, naik U bahn ke Isartor, trus ngikutin petunjuknya. Pas atas Isartor dan liat McD.. kok jadi inget 3 tahun lalu. I have been here before, I’m really sure!. Dan langsung nanya ma temen apakah ini daerah apartmentnya yg dulu. Ternyata bener, apartmentnya temen gue dulu didaerah sini, belakang McD dan gue pernah nginep juga.
Keluar dari station tinggal ngikutin petunjuknya 300m kearah kiri, dan celingak celinguk setelah jalan nyebrang kearah kanan sejajaran sungai. Begitu nyampe agak nggak yakin, scara sepi banget. Tapi begitu masuk, baru deh kaget liat denahnya yang ampe lantai 6. Busyeett dah, luas banget, dengan 55.000 sqm, dengan 55 exhibition.
Gue nggak nyadar, kalo ternyata dah sore dan masuknya nggak ada penjaganya gitu. Bener juga kata temen gue, kalo dateng sore nggak bayar.. hehehe;-). Mayan bisa 8.5 euro buat supenir..
Untuk masuk museum ini, jangan lupa ambil dulu peta dan petunjuknya yang disediain, karena kudu efektif sama waktu dan bis tercapai melihat apa yang disukai..
Let’s see..
Ground Floor, what’s interesting here ? Ada sekitar 21 jenis exhibitions. Tapi yang pengen gue liat disini adalah Marine Navigation, dimana bisa ditemui jenis2 kapal laut dari jaman dulu and Aeronautics jenis2 pesawat dan helikopter yang keren2 banget. Ada macem2 jenis aircraft, ada flight simulatornya. Wah.. keren2 banget!
Duh, kayaknya kalo nggak inget waktu, pengen banget bisa mengunjungi satu persatu musiumnya. Tapi lagi2 gue harus buat pilihan. Gue pengen ngeliat Museum Telecommunications, pasti interesting banget. Jadi, langsung menuju lantai 3 secara itu letaknya dilantai 3, lewat lift. Bener aja, disini lengkap banget sejarahnya telekomunikasi. Dari jamannya yang analog sampai canggih kayak sekarang. Kita juga bisa langsung melihat proses how to make a call.. Seru banget!
Didalamnya juga ada sudut yang kita bisa motret dengan latar belakang yang bisa berubah2 sendiri. Mau backgroundnya salju atau on the top of the hill. Kayak ginian, di Olympia Tower juga ada, tapi bayar..  Kalo disini free;-)Img2261 .
Pas nurunin tangga melingkar gitu, ngeliat keluar, Subhanallah pemandangannya bagus banget. Walo kamera batere mati, masih bisa mengabadikan keindahan ciptaan Allah ini dengan HP..

Monday 15.01.2007 01.20 am
Finally, 1 month holiday has  to finish..;-(
Time is running so fast. Nggak nyangka, semuanya harus berakhir juga. Duhh… paling bete harus segera balik and start the boring activities again. But I’ll try not to make it bored..
I love my job and I have to love what I do and do what I love..
Gue nggak pernah menyesali keputusan untuk spent time in Hungary. That was the best time I ever had… the romantic journey..;-)

The best time of the year…
I follow my heart..
The best time of life..
I spent it with you…

Rialto Bridge and Gondola in Venice…

January 18th, 2007 by susyyulia

Venice (06.01.2007)

Akhirnya ke Venezia juga, yang dikenal sebagai kota diatas air (Queen of Adriatic).
Somebody said that, if you kiss your lover under rialto bridge, than your love will be everlasting love..
Akhirnya, gue ke Rialto bridge juga, walopun nggak bisa kiss your lover..;-).
Mmh… I planned to visit this city since years ago when I was in Vienna 2003, karena dari Vienna hanya butuh naik kereta malem.
Tapi karena satu dan lain hal, jadi nggak sempat terlaksana. Sekarang.. akhirnya kesampaian juga.
Dari Munich ke Venice kata teman memang lebih murah naik bis. Tapi kalau winter, bis nya nggak jalan karena penumpangnya nggak cukup banyak.
Jadi deh perginya by train..and finally I’m here… Alhamdulillah.
Berangkat Jumat malem by night train dgn harapan nyampe Sabtu pagi trus seharian jalan2 di Venice trus malemnya naik train lagi.
Jadi bisa menghemat accomodation. Lagian katanya 1 hari juga cukup kok jalan2 di Venice.
Jam 6.30 sampai di Venezia Santa Lucia station. Jadi, Venice has two major stations:
the Venezia Mestre station on the mainland, and the Venezia Santa Lucia station (Stazione Ferroviaría Santa Lucia) in the city itself. Secara ini winter, jam segini masih gelap and dingin. So, kita nggak perlu buru2.
Membersihkan diri dulu ke toilet disebelah kiri station. Toiletnya cukup bagus, cuma harus bayar..;-). Kita juga bisa take a shower here.Venice train station - toilets - WC - restrooms - lavatories

Kalau banyak bawaan, bisa dititipkan di baggage room untuk yang kecil atau "subsidiary cloakroom" untuk koper yang besar.
Untungnya sih dah pengalaman, so kita nggak bawa apa2an scara cuma sehari. Dah siap dengan kostum dan bawaan yang cukup nyaman untuk jalan seharian.
Berasa untungnya nggak perlu bawa2 barang, karena pasti akan sangat kerepotan sekali begitu keluar dari station nggak ada tuh yg namanya taxi. Jadi, transportasi yang dipakai seharain ini adalah kaki sendiri alias jalan. Karena begitu keluar dari station’s main entrance, jalan kearah luar, langsung disuguhin pemandangan sungai ciri khas nya kota Venice ini. Jadi nggak akan dijumpai kendaraan darat seperti bis or train or taxi disini. Taxinya adalah boat, water taxi!.
Jadi diluar ada floating waterbus platforms, kalau mau pake boat ke citi centrenya.  Bisa beli ticket No.1 vaporetto (water bus) untuk berhenti di sepanjang Grand Canalnya atau nomer 82 express boat ke San Marco, pusatnya Venice.
Venice itu terkenal dengan tempat2 yang bagus untuk didatangin. Misalnya church, museum, bridge of sighs, islands, places :
Murano, the glass island. : In 1296, the glassblowers of Venice moved to an island called Murano. Seven hundred years later, their descendants are still turning sand into gold. Tempat pembuatan gelas tiup kristal Murano yang unik.
Vicenza: The magnificently preserved home town of Andrea Palladio, one of Italy’s greatest architects, is less than an hour from Venice by train.

Tapi yang paling pengen gue datengin adalah Rialto Bridgenya dan Piazza San Marconya, yanga ada banyak burung2 merpati gitu..
Secara ini masih pagi.. udara segar, kita pilih jalan kaki. Dan kota ini kecil sekali dgn jalan2nya yang hanya berbentuk gang2 kecil.
Dan petunjuk ke Rialto Bridge and San Marconya itu gampang banget. Jadi, asyik2 aja jalan kaki menyusuri jalan2 kayak di kampuang nan jauah dimato..;-).
Venice is a city that’s best explored on foot. If you have a good map, plenty of time, and feet that don’t tire easily, you can easily explore the city on your own.
Kebayang aja, tukang posnya kalo nganterin surat kealamat2 rumah ini pasti capek banget yah. Karena bener2 cuma boleh jalan kaki, not even sepedapun ada didaerah ini, saking kecilnya jalan2nya.
Pertama2 nya sih agak ’syok’ juga liat kampung kecil ini. Kok nggak kayak difilm2 or seperti yang dibayangin yang gimanaaa banget gitu. Memang harapan selalu jauh dari kenyataan. Tapi begitu ngelewatin grand canal dengan mengikuti petunjuk jalannya yang gampang banget dari train station, simply follow the sign "Rialto" dan ketemu Rialto Bridge trus ke Piazza San Marco, baru deh nggak heran kenapa orang2 senang datang ke Venice ini.
Masih segar udaranya, nggak ada polusi, sedikit penduduknya, jadi nggak sumpek.
Disepanjang jalan banyak ditemui souvenir2 khas sini. Yang paling menarik adalah murano glass nya. Jadi inget temen gue yang pernah ngasih kalung Murano Glass waktu dia ke Florence. Thanks Lyn! ;-). Disini juga bisa dijumpai segala pernak pernik dari Murona glass itu. Murano itu adalah nama pulau, diluar pusat kota venice.
Ada jam dinding yang keren2 banget, frame, pajangan, mata kalung. Duh, kalo nggak ingat luggage yg dah penuh banget, pengen deh ngeborong barang2 bagus ini. Tapi resikonya besar, scara ini bahannya gelas, gampang pecah. Pas gue beli frame foto aja, begitu nyampe Munich, pas dibuka dah pecah gitu..;-(
Untungnya bisa dilem….

Piazza San Marco

Img_1136  Dscn1652——-

Napoleon called it "the finest drawing room in Europe".
Living rooms yang punya pigeons and outdoor caffè tables dengan pemandangan menghadap the Grand Canal and St. Mark’s Basin. Mengagumi St. Marco Cathedralnya, Doge’s Palace dan bercanda dengan ratusan burung merpati liar yang berada di St. Marco Square. Cukup dengan membeli jagung seharga 1 euro, kita bisa maen2 ama merpatinya…, asyiikk..

Kalau di New York, katanya (secara gue belum pernah kesana..) turis harus mengunjungi Times Square.
Kalau di London, gue dah mengunjungi yang namanya Trafalgar Square and Piccadilly Circus.
Kalau di Paris terkenal dengan Place de la Concordenya selain Eiffel,
Barcelona dengan Catalunya nya,
Munich dengan Marientplaztnya, Vienna dengan Stephanplatznya.
Nah kalau di Venice ini adalah Piazza San Marco. Piazza = square, yang kadang  lebih dikenal sebagai St. Mark’s Square.
Mark’s = Marco, seperti Stephen = Istvan…, lho..???? ;-)

Rialto Bridge

P1080487

P1080515