"Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”
(QS. Ali Imron : 97)
Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku, yang ia adalah benteng segala urusanku.
Perbaikilah urusan duniaku, yang padanya terdapat penghidupanku.
Dan perbaikilah urusan akhiratku, yang kepadanya tempat kembaliku.
Jadikanlah hidup ini wadah bertambahnya segala kebaikan bagiku dan
jadikanlah mati sebagai titik henti untukku dari segala keburukan.
12 Dec 2007 ASRAMA HAJI BEKASI
Alhamdulillah setelah pelepasan dengan keluarga di masjid At Tiin, kita segera diberangkatkan ke Asrama Haji Bekasi.
Sedih banget pisah sementara dgn keluarga. But, that’s life. Show must go on. Hidup adalah pilihan, dan ini adalah pilihanku. Sesungguhnya merugilah orang2 yang hari ini sama dgn hari kemaren. Karena itulah, aku harus lebih baik. Dengan menjalani proses ini. Walaupun seminggu menjelang keberangkatan mendadak timbul syndrom takut nggak bisa lebih baik setelah perjalanan ini. Takut nggak mampu merubah penampilan. Jadinya deg2an dan sempat sedikit stress yang mengakibatkan jadwal mens nya jadi mundur, diluar perkiraan.
Kalau sesuai jadwal, harusnya tanggal 8 sampai tgl 13 Dec 2007.
Jadi pas berangkat udah selesai. Eh, ini dapetnya pas tgl 10 dec, yang akibatnya pas berangkat bahkan pas dipesawat dan kemungkinan sampai di Mecca masih ‘dapet’. Yang artinya, aku harus menunda umroh nya sebagai bagian dari proses Haji Tamattu’. Kalau selesainya masih lama dan prosesi Haji tanggal 8 Djulhijjah (17 Dec) terlewati, berarti aku harus mengikuti Haji ifrod, yaitu Haji dulu baru Umroh. Anyway, mudah2an dan Insya Allah aku bisa selesai sebelum tgl 8 Djul. Jadi hanya menunda sedikit waktu umrohnya.
Pilihan untuk tidak menggunakan obat atau suntikan penunda haid, itu juga suatu pilihan yang sudah dipikirkan matang2. Untuk orang yang mengikuti Haji reguler 40 hari, memang sebaiknya tidak usah mengkonsumsi obat2an ataupun suntikan. Karena efeknya tiap orang juga berbeda. Ada yg minum obat, malah dapetnya 2 minggu berturut2. Tapi dokter juga mengatakan tidak ada efek samping.
Mens itu juga skenario yang sudah ditetapkan Allah. Jadi lagi2 semuanya adalah pilihan dan kemantapan hati masing2.
Back to Asrama Bekasi, aku Alhamdulillah dapat bergabung dengan Kloter 80, gabungan dengan jama’ah Bandungnya Aa’ Gym. Begitu sampai, rombongan KBIH DT Jakarta langsung gabung dgn DT Bandung. Jadi enaknya kloter 80 ini semuannya 1 kloter (kelompok terbang) yang sekitar 450 orang itu semuanya dalam 1 KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji).
Baru sampai langsung kebagian dekat Teh Ninih. Jadi deh, dapet ciuman sayang dari istri Aa’ yang bersahaja itu. Rencananya hari ini kita akan dibagikan gelang identitas (jadi kalo ada apa2 ketahuan identitasnya), living cost sebesar 1500 real (yang langsung dipisahkan sekitar 300 real utk bayar dam or denda karena kita mengikuti Haji Tamattu’), pembagian pasport dan buku kesehatan.
Singkatnya, Kegiatan di ASRAMA HAJI BEKASI :
- Mengikuti acara penerimaan Jamaah oleh Depag Tigkat Provinsi
- Menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan Bukti setoran BPIH warna putih
- Penerimaan kartu Akomodasi dan Konsumsi
- Pemeriksaan Kesehatan Ulang (Khusus Wanita Check Kehamilan)
- Istirahat Maksimal 20 jam
- Mengikuti :Shalat Berjamaah, Ceramah Kesehatan, Manasik, Praktek Manasik
- Penerimaan :Pasport & No seat di Pesawat, Uang Living Cost 1500 Real, Gelang Identitas
- Pada Jam yang ditetapkan Jamaah Naik Bis sesuai rombongan ke Bandara
Karena jadwal flightnya jam 3 pagi, jadi kayaknya nggak pake nginep2 deh hari ini. Cuma istirahat, leha2 dikamar dan baca2 buku hajinya trus shalat and makan dan sedikit Tauzihah dari Aa’ Gym. Sedikit tapi ngena banget.
Kalau kita harus bersyukur bisa jadi tamu Allah. Karena nggak semua orang yang mampu bisa terpanggil untuk melaksanakan Rukun Islam kelima ini.
Hanya itu aktifitas sambil menunggu jam 10 malem nanti ke bandara haji Soekarno Hatta. Secara aku ngga shalat, jadi nggak bisa nyobain shalat dimasjid Namira Asrama Haji Bekasi yang dilihat dari luar sungguh indah sekali. Untuk menghilangkan penasaran, jadinya jalan2 disekitar masjid dan lihat2 jualan yang ada disekitar masjid. Stay dan istirahat dikamar adalah pilihan semua orang, sambil baca2 buku. Target ngapalin doa2 kecil dan artinya sampai dah berangkatpun tetap aja belum hapal.
Jam 10an kita semua dah siap2 di bis yg akan mengantarkan kebandara, dgn terlebih dahulu sudah mandi untuk Ihram dan pakaian putih2 siap untuk niat Ihram nanti di pesawat Miqotnya.
Begitu sampai di bandara, wow… really excited liat pesawat Saudi Airlines yang super gede. Mmh, Alhamdulillah dah nyobain Lufthansa, Etihad, SQ, Austria airlines, Chatay Pasific tapi tetep aja yang paling seru pesawat ini kayaknya. Ditambah lagi aku dpet tempat duduk dibagian atas pojok paling depan. Iyya loh, nih pesawat ada tingkat duanya hihihi noraknya kambuh deh. Just perfect to get comfort seat in the corner. Sampai bisa selonjoran kakinya.
Alhamdulillah… Diperjalanan sekitar 9 jam diisi dgn Tauziah Aa’ Gym, baca buku, doa sambil dengerin ipod yang berisi Al Ma’Surat (zikir). Thanks for Tantan untuk ipodnya..;-). Sangat berguna sekali.
Back to where it started..
13.08.2007
Alhamdulillah, akhirnya semuanya dimudahkan Allah.
Setelah awal December 2006 - sebelum berangkat 1 month holiday diEropa - menyetor DP untuk pelaksanaan Haji. Akhir Juni 2007 Alhamdulillah sudah bisa dilunasi.
Nggak nyangka jadi berangkat juga. Secara pertama manasik tgl 21 Juli, satu hari habis Ultah, nggak datang karena nggak tahu. Ternyata undangannya nggak nyampe rumah. Tapi Alhamdulillah ada teman yang memberi tahu dan langsung minggu berikutnya ikut test kesehatan di DT.
Pas nyampe DT, dah banyak banget orang2 yang mau melakukan test kesehatan. Dan gue dateng sendiri gitu. Sempat juga agak2 syock awal2nya. Secara ibu2 dan bapak2 gitu dan gue sendiri.. hiks;-(
Kalau dah liat gini, berasa banget keinginan ini murni karena Allah.. Keinginan yang sudah dipendam lama.
Kenapa nggak sama nyokap thn 2003 ? Waktu itu gue baru plg dr Vienna. Baru masuk kantor di jkt. Kayaknya nggak mungkin minta cuti sebulan lebih diakhir tahun.
Tahun 2004 ada beberapa business trip keluar dan pada saat itu memang lagi dekat2nya sama Istvan. Boro2 kepikiran.
Cuma tahun 2005 gue harus menginjakkan kaki ketanah suci. Jadilah Alhamdulillah umroh dulu, terlaksana Juni 2005. Awalnya ingin banget pulang dari tanah suci pakai Jilbab. Tapi karena pilihan waktu yang bertepatan dgn adanya Istvan di Jakarta, pelaksanaan jadi gagal.. ;-(
Tahun 2006, secara masih ‘berutang’ untuk mengunjungi Budapest, jadilah mutusin untuk 1 month holiday di Europa. Tentu saja, dengan commitment, gue boleh pergi kalau sudah ngebooking or DP untuk pelaksanaan yang wajib, yaitu DP untuk tahun depan.
So, here I am.. mulai menjalankan manasik tiap Minggu.
Pas kemaren 12.08.2007 Manasik, Ketua KBIH, Bpk Sholih Sofyan menerangkan tentang pelaksanaan Haji itu sendirinya intinya di tanggal 8-13 Dzulhijjah. Pas ngeliat Kalendar itu bertepatan banget dengan akhir december 2007 (pas the best Holiday ever in Hungary). Pada saat yang sama tahun lalu gue having the best time in Europe and now… aku akan berada disana, menghadapMu ya Allah… Kenikmatan yang berbeda..
Skenarionya Allah…
Semuanya adalah hidayah dari Allah..
Jadwal Manasik Haji
Pertemuan Ke 1 : Sabtu, 21 Juli 2007 Auditorium Gdg F. Department Pertanian Jl. Harsono Rawamangun Jaksel
Pertemuan Ke 2 : Ahad, 29 Juli 2007 (Test Kesehatan) di Daarut Tauhid : Jl. Cipaku I No. 43 Keb. Baru Jakarta Selatan
Pertemuan Ke 3 : Ahad, 05 August 2007
Pertemuan Ke 4 : Ahad, 12 August 2007
Pertemuan Ke 5 : Sabtu, 18 August 2007
Pertemuan Ke 6 : Ahad, 26 August 2007
Pertemuan Ke 7 : Ahad, 02 September 2007
Pukul 08.00 s/d 17.00 WIB
Seminar Esensi Haji : Selain Manasik, DT juga mengadakan tambahan untuk meningkatkan keimanan secara general.
Tempat : Pendopo Gedung Dept. Pekerjaan Umum
Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan
1.Sabtu, 1 September 2007, 09.00 – 17.00 Masjid Bank Indonesia
Tema : Esensi Sholat Oleh : Ust.Miftahuddin dan Bunda Ningrum Maurice.
2.Ahad, 16 September 2007, 09.00 – 11.45 Perspektif Tasawuf Haji. Ust. Wafiudin
13.00 – 15.00 Ruginya Orang berhaji. Ust. Fadhlan
3.Sabtu, 22 September 2007, 08.30 – 15.15 Aa’ Gym (Menggapai Haji Mabrur)
Otman Shihab (Bekal Haji)
4.Ahad, 23 September 2007, Sirah Nabawiyah (Tengku Zulkarnaen) and Hikmah Haji (Miftah Faridh)
5.Sabtu, 29 September 2007, Haji menuju Tauhid (Ustz. Irene Handono) dan MQ Haji (Ust. Komarudin Cholil).
13.12.2007 Masjidil Haram
Pesawat Saudi Airlines mendarat di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Terbang dari Jkt sekitar jam 05.00 WIB subuh, mendarat sekitar jam 10:00 (WAS) Waktu Arab Saudi, atau jam 2 siang WIB. (Arab dan Jakarta beda 4 jam).
Setengah jam atau sekitar 20 menit sebelum mendarat, kita mengambil miqot di Qornul Manazil, mengucapkan niat Umroh dan shalat Sunat. Karena lagi mens, jadi gue cuma niat saja dan menjaga Ihramnya sampai selesai. Pilotnya juga memberi tahu tepatnya kapan pesawat berada dilurusan miqot.
Turun dari pesawat, seperti biasa ngantri… saat2 seperti ini ipod yg berisi Al-Ma’surat atau Zikir dan juz 30 Alqur-an sangat berguna. Daripada pikirannya kemana2, zikir adalah pilihan yang tepat. Menunggu dan menunggu jadi tak berasa dgn adanya lantunan ayat-ayat suci. Cuma harus hati2 dengan tentengan, jgn sampai ribet ngurusin bawaan, ipod dan kamera, nikmatnya berzikir jd nggak berasa.
Turun dari pesawat masih sempat motret2 dikit. Nggak tahu yah, selalu excited aja ngeliat suasana airport.
Rupanya terminal yg tampaknya khusus untuk haji ini lumayan jauh jaraknya dari tempat pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat. Jadi pakai jalan, duduk, menunggu, ngantri adalah aktivitas yg biasa. Pemeriksaan passport, penempelan stiker barcode oleh petugas dan antri untuk pemeriksaan imigrasi.
Ditempat tunggu kita dibagiin buku HAJI UMRAH DAN ZIARAH Menurut Kitab dan Sunnah oleh Sheik abdul aziz bin Abdullah bin Baz yang diterbitkan oleh Saudi Arabia, juga dibagikan kaset yg berisi ceramah (bungkusannya seperti coklat, sampai ada yg minta lebih karena kirain makanan hihihi).
Deg2an juga sih di imigrasi, entah kenapa ya.. agak takut aja ngeliatin orang Arab itu. Habis kalau ngeliatin wanita kayaknya gimana banget gitu. Inget pengalaman dulu, selalu ditanyain mana muhrimnya. Mentang2 gue perginya sendiri. Tapi Alhamdulillah semuanya lancar2 aja. Cuma agak ribet waktu harus ngambil sendiri kopor besarnya. Hah? nyari & bawa sendiri ? Mudah2an gue sih sanggup, tapi bagaimana orang tua yg sepuh ya, yg kudu ambil sendiri kopornya. Ribet juga deh, mana pas ngeliat kopor gue, risletingnya terbuka bagian samping. Wahhh, pakaian dalem gue keliatan tuh.. setelah diselip2in dan dirapetin jaringnya baru deh didorong ketempat scanner. Tapi gue nggak berhasil nutup risletingnya. Mmh, sempet deg2an juga takut ada yg hilang, tapi lagi2 pasrah aja deh. Serahkan aja semuanya sama Allah, kalau emang nggak milik mesti gimana. Heran, kok gue jadi sabar gini yaa..;-).
Mungkin ini jg tegoran jg krn dibandingkan dgn yg laen, koper gua emang paling besar. Heran deh, gue bawa apa aja ya, sampe sebesar itu, sampai nggak ada space yg kosong. Benar2 maximal ngisinya. Pantesan ampe mbludak dan risletingnya kebuka. Kopernya lalu dikumpulin lagi diluar. Kepikiran juga sih, kenapa nggak mereka aja ya yang sekalian ngatur koper itu menurut kelompoknya yg bisa dilihat dari warna jaring, jadi Jama’ah nggak perlu ngurus2 sendiri.
Setelah ngantri lagi dan ngikutin prosedur cap sana cap sini, tempel sana sini, akhirnya keluar juga menuju tenda yang disiapkan untuk Jama’ah Indonesia. Perjalanan keluar menuju tempat menunggu bis lumayan jauh. Ribet banget jalannya sambil bawa tentengan yg lumayan banyak. Tas tangan yg dibolehkan untuk wanita yg gue bawa hampir sama besarnya dgn tas tentengan dari Saudi Airlines.
Sesampai ditempat tunggu bus, langsung terduduk capek tapi langsung segar lagi melihat ada Aa’ Gym dan teh Ninih. Banyak jamaah lain yg poto. Setelah istirahat sebentar, ikutan deh ama yg laen poto2 ma Aa’. Mumpung lagi deketan.. kapan lagi.
Sambil nunggu bis, gue masih kepikiran soal koper yg terbuka. Ibu Hanny, seorang ibu yang baek hati, yg jadi temen deket gue selama perjalanan dan manasik krn dia juga pergi sendiri langsung melihat kegundahan diwajah anaknya.
“Kenapa sayang ?”,
“enggak nih bu’, koper aku tadi kebuka risletingnya, jadi kepikiran”.
Si ibu langsung inisiatif nemenin ketempat koper dikumpulkan. Mumpung belum ada bisnya. Akhirnya, masuk ketempat koper, dan mencari koper kelompok gue, kelompok 9 yg pakai jaring item. Senang banget pas ngeliat koper yg ditandai lagi dgn pita warna warni dan dilakban pinggirnya supaya gampang dikenalin. Setelah dipisahkan, dan dibuka jaringnya, mencoba untuk menutup ristletingnya dan berhasil.
Alhamdulillah… Ternyata cuma kebuka aja. Masih bisa ditutup dan nggak rusak. Padahal sempet kepikiran juga tadi, kalo rusak, gimana yah gue pulangnya..? ;-(
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Langsung terima kasih juga sama si ibu yg punya ide nyamperin koper. Aku sudah bisa tersenyum lagi.
Setelah bis dateng, kita langsung menuju maktab di Mekkah. Masuk ke bus langsung dapat makan malam + buah + air minum. Perjalanan ke Mekkah kurang lebih 2 jam.
Deg-degan lagi oey memasuki kota Mekkah. Inget 2 thn yg lalu. Masuk kota ini ditandai dgn lambang silang seperti tempat membaca Alqur’an itu. Dengan tidak lupa membaca doa memasuki kota Mekkah.
Kira2 sampai di Maktab menjelang Ashar. Ribet2 pengaturan kamar dan koper kurang lebih sampai malem dan malemnya langsung ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Qudum, yaitu tawaf selamat datang, yang dilakukan begitu sampai di Mekkah.
Walaupun gue lg mens, tapi keinginan untuk ke Masjid tak terbendung lagi. Walaupun nggak bisa masuk dan melihat Ka’bah sekarang tapi setidaknya mau lihat luarnya aja.
Setelah diatur kamarnya (Alhamdulillah sekamar dgn Ibu Hanny tentunya, Lia Taufik, Lia Ibra, Ibu Wiwik, Ibu Sri dan Ibu Ning). Gue dan Bu Hanny yg pergi tanpa suami, yang lainnya pergi dgn suami masing2 dan suami-suami mereka juga berada disatu kamar.
Tanpa sempat makan dulu, kita sudah diatur bagi yang ingin berangkat ke Masjidil Haram.
Kloter 80 kebagian di Maktab 29 didaerah Haffair agak sanaan dikit. Karena kalau naik angkot, kudu bilangnya Citin atau Al-Baik. Karena kalau Haffair saja, nanti dituruninnnya dibawah jembatan yg masih deket kearah Haram (Masjidil Haram cukup disebut dgn Haram saja). Sementara ini lokasinya masih jauh naik keatas jembatan. Kira-kira 4 km dari Haram. Mayan juga sih kalo jalan kaki. Cukup melelahkan…;-)
Angkot banyak, bis yg disiapkan pemerintah Indonesia juga ada. Tapi hanya pada waktu2 shalat. Karena kita banyakan dan baru dateng, agak2 berantakan juga perjalanan ke Masjidnya. Ada yang jalan kaki karena nggak tahu ada bis. Dan bis yg tersedia juga cuma 2, jadilah berebutan dan berdesakan dalam bis. Alhamdulillah, gue berhasil masuk bis, yg walopun dah penuh, tetep bisa duduk bertiga sama jamaah lainnya.
Bis menurunkan semua penumpang dibawah terminal masjid.
Karena kita sampai di Mekkah sudah mendekati intinya Pelaksanaan Haji (8-13 Dzulhijjah atau dimulai Senin 17 Dec), jadilah Mekkah lagi padet2nya. Rasanya semua orang berada disini semua. Suasana dibawah terminal sangat berisik, debuan, penuh bis dan angkot yg asal ngebut & asal parkir. Ditambah bunyi mesin udara dibawah tanah ini, benar2 bikin pusing deh. Lagi2 gue banyak2in Istighfar dan berusaha nggak peduli dgn suasana sekitar. Kadang saat2 kyk gini, beruntung juga jadi org selfish kayak gue yg nggak peduli sama suasana sekitar..;-) tetap berusaha sendiri menikmati setiap waktu yang diberikan-Nya.
Setelah dikasih sedikit bla bla bla sama karomnya (ketua rombongan) yg terus terang nggak kedengeran saking berisiknya, kita segera menuju keatas naik eskalator kehalaman masjidnya.
Begitu sampai diatas, Subhanallah… rame banget itu yg namanya manusia. Kita terpaksa susah payah untuk menuju halamannya yg sudah padat oleh manusia yg ingin melaksanakan Shalat. Memang beginilah kondisi kalau waktu shalat sudah datang. Jadi jalanan dihalamannya sudah dipenuhi shaf2 orang yg mau Shalat.
Suasana kayak gini boro-boro mo masuk masjidnya, jalan dihalamannya aja susah.
Disinilah awal perjuangan dimulai. Masing-masing Jama’ah terpisah2 oleh keadaan. Dan semuanya berzikir untuk bisa melewati barisan manusia yg datang dari berbagai negara. Dan yang plg banyak memang orang kulit hitam yg secara fisik memang mereka lebih besar2. Tapi, dengan mengingat kalau mereka datang juga dengan tujuan yg sama, jadi desak2an itu berasa asyik2 saja buat gue. Nikmatin aja, kalau ini adalah part of process.
Alhamdulillah, berat tapi gue bisa melewatinnya. Yang sempat stack ditengah2 dan nggak tahu mau kemana. Kedepan nggak mungkin, kebelakang juga dah terhambat. Akhirnya gue dgn beberapa teman kearah Hotel Darul Tawhid saja. (Hotel ini sempet jadi bahan omongan beberapa orang, karena kirain miliknya Aa’ Gym, secara namanya mirip hihihi, padahal beda tulisan..). Aa’ Gym sampai harus klartifikasi soal hotel ini.
Setelah terdampar nggak jelas dipelataran hotel (mo shalat, nggak bisa mengembangkan sajadah), akhirnya mepet2 ketoko2 yg ada disekitar hotel. Ada juga yg shalat dlm keadaan berdiri. Untungnya gue nggak shalat, jadi cuma berdiri takjub ngeliatin orang2.
Tapi, gue harus nyariin space buat anak2 yg mau shalat. Akhirnya, entah gimana, dgn kuasa Allah, penjaga toko parfum menyilakan kita masuk ketokonya dan akhirnya bisa shalat dgn nyaman didalam krn waktu shalat jg sudah datang. Alhamdulillah…
Pas pada shalat, gue duduk dgn nyamannya (tersedia sebuah bangku, yg menurut gue memang sudah disediakan Allah buat gue..;-) dan timbul keinginan untuk memotret manusia yg semuanya sujud menghadap Allah. Coba… agama mana yg sampai membuat jutaan org datang dari berbagai negara & sujud pada saat yg bersamaan pada penciptaNya? Subhanallah.. Maha Suci Allah.
Setelah shalat, kita menunggu sebentar sampai orang2 kembali kerumahnya masing2. Jadi ada space untuk melakukan Tawaf Qudum, masuk ke masjidnya.
Disinilah petaka dimulai, karena insting wanita yg shopaholic,, isenk donk nanya2in tuh toko parfum. Habis wangi banget dan ada yg seperti kayu yg dibakar gitu. Penjaganya langsung melayani dan membawakan berbagai macam parfum. Disuruh nyobain, dgn polosnya nyodorin tangan yg lupa kalau kita dalam keadaan Ihram. Salah satu larangan Ihram adalah dilarang memakai wangi2an. Begitu inget, langsung Istighfar dan menghapus parfum yg sudah mendarat dikulit..;-( itu pun penjaganya yg ngingetin. Ihrom ? than It’s haram..!
Waksss.. kita langsung panik dan menyesal dengan sangat. Hikss.. kelalaian. Tapi tetep mencari pembenaran kalau kita lupa.
Setelah mencuci bagian yg terkena parfum, siap2 untuk Tawaf. Karena gue nggak shalat, terpaksa deh menunggu diluar. Kayaknya dirombongan cuma gue deh yg lagi dapet tapi malah ke Masjid. Yang lain ada jg yg dapet tapi menunggu di maktab. Jadinya agak panik juga nih nyari temen nungguin diluar. Karena rata2 semua pada mo Tawaf.
17.12.2007 (8 Djulhijjah) Inti Ibadah Haji
Sesuai dengan prosesi Ibadah Haji yg diposted sebelumnya, Hari senin pagi tanggal 8 Djulhijjah adalah hari dimulainya inti perjalanan ibadah Haji. (Inget, thn lalu… tgl segini hari pertama gue di Budapest..;-). Jadi semua orang yang berhaji wajib berihram, yaitu memakai 2 helai pakaian tanpa jahitan bagi laki2 dan menutup seluruh tubuh bagi wanita kecuali muka dan telapak tangan. Niatnya diucapkan ditempat Miqot yaitu batas/tempat awal dimulainya berihram. Karena kita sudah tinggal di Mekkah beberapa hari, maka Miqotnya boleh di maktab atau ditempat tinggal. Salah satu kelebihan ikut KBIH DT ini adalah mereka punya program Tanazul, pilihan keluar dari program pemerintah. Yaitu jalan kaki dari Mekkah-Mina-Arafah-Muzdalifa-Mina mengikuti sunnah Nabi. Kalau dari pemerintah, naik bis dari Mekkah langsung ke Arafah.
Alhamdulillah sekali, bisa mengikuti Tanazul.
Jadi pagi2 habis Subuh yang mau ikut Tanazul sudah berkumpul di Maktabah yaitu dekat pintu masjid yang arah Marwah.
Jadi nanti langsung jalan melewati pedestrian street ke Mina.
Maktabah diyakini tempat Nabi dilahirkan. Sekarang dipakai sebagai perpustakaan. (Maktabah).
Perjalanan dari Mekkah ke Mina kurang lebih 4 km. Subhanallah.. indah banget deh, orang2 pada berjalan teratur, punya tujuan yg sama, melakukan hal yg sama pada waktu bersamaan… Jadi walopun rame, tapi tetep asyik2 aja..
Awal2 berangkat, masih bisa senyum2 sambil nenteng Ransel Siemens yang berisi perlengkapan buat di Mina dan Arafah… Tapi, sekitar beberapa kilo menuju tenda di Mina, pegel dibahu mulai berasa dan parahnya.. tiba2 jempol kaki berasa panas banget. Memang sih cuaca panas. Tapi, harusnya sepatu andalan kan nggak masalah. Malah, yang dikawatirkan pinggangnya pegel waktu Tawaf Qudum (Tawaf selamat datang pertama kali di Mekkah), malah nggak berasa. Suara hati mengatakan, mungkin gue terlalu bangga sama sepatu andalan yg katanya ada magnetnya ini. Dan mungkin jadi terkesan ria, waktu gue promosiin ke yang lain.. hiksss. Padahal nggak gitu lho.
However, habis Istighfar dan mencoba untuk mencuci dengan air zamzam, at least sugesti deh agak baikan.. hehehe.
Setelah sedikit dipaksakan, akhirnya sampai juga di Maktab 29 Mina. Tenda nya sih sudah keliatan banyak banget yang diatur per negara, tapi tempat orang Indonesia itu, khususnya tempat kita Maktab 29 lumayan jauh kedalam.
Alhamdulillah, legaaaa banget rasanya nyampe tenda. Langsung terkapar merebahkan diri…
Mengikuti Sunnah Nabi, di Mina pada tanggal 8 Djulhijjah hari ini, kita Shalat 5 waktu (di mulai dari Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh) di Qoshar, dipendekkan jadi 2 rakaat, kecuali Mahgrib.
Jadi Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan Shalat Zuhurnya nanti disini.
Tenda2 di Mina ini adalah tenda permanent, jadi lumayan layak dengan kamar mandi yg lumayan banyak juga. Karena Jama’ah dari tempat laen mengikuti program pemerintah yg dari Mekkah langsung menuju Arafah, maka pada saat2 ini di Mina bisa dibilang tidak terlalu ramai. Tenda2 yg sudah disiapkan untuk masing2 kloter, nyaris masih sepi. Tapi nanti setelah dari Arafah, kita harus kembali ke Mina ini untuk melaksanakan lempar Jumroh Aqobah dan lempar Jumroh pada hari Tasyrik (tgl 11,12 dan 13 Djulhijjah). Jadi tenda2 ini akan dipakai lagi nanti pada tgl2 tersebut.
Didapur2 umum sudah banyak persediaan bahan2 makanan yg siap dimasak untuk hari2 Tasyrik. Untuk sekarang ini, kita makannya masing2 dulu alias cari sendiri.
Alhamdulillah, kelompok 9 lumayan kompak kalo untuk urusan makanan..;-) Tahu2 sudah dipanggilin sama Mbak Wiwik dan Pak Irwan utk pindah ketenda yg masih kosong dan disana sudah tersedia makanan: nasi kebuli sama daging onta.. mmh sedap banget, makan ditengah kondisi capek gini. Kita segera makan dgn lahapnya. Satu kotak bisa buat bertiga saking banyaknya.
Habis makan, kita siap2 ke toilet whudu tuk persiapan Shalat Dzuhur. Shalat, istirahat, makan, toilet, zikir.. itulah aktifitas yg dilakukan di tanah Mina ini. Dengan tak lupa berdoa, karena Mina adalah sakah satu tempat diijabahnya doa. Pas Shalat Ashar, gue ngobrol sama ibu2 Sepuh tapi ikutan jalan kaki. Hebat banget deh bu Ros ini. Kuat dan cepat sekali jalannya walaupun usianya sudah sepuh. Pas nanyain, "udah di qoshar bu shalatnya ?". Dengan polosnya si ibu ngejawab : " Saya sudah shalat, tapi nggak di qoshar.. kan saya nggak ngapa2in, nggak dlm perjalanan, ngapain diqoshar..".
Wah.. si ibu, bukan soal dlm perjalanan or tidak, tapi ini harus dan adalah salah satu kemudahan yg diberikan Allah supaya kita bisa punya banyak waktu untuk berdoa dan sunatnya memang di Qoshar atau dipendekkan… hehehehe.
Bener juga kata ustad Sholih, kalau haji haruslah berilmu. Apa yang diberikan DT pada saat manasik kepada calon jemaahnya dengan intensitas yg luar biasa memang sangat membantu & serasa hafal dgn medan perjuangan yg sesungguhnya. Kalau memang saat ini si ibu nggak tahu, mungkin lupa dan tdk membuka2 lagi buku manasiknya atau ketiduran waktu diterangin.. hehehehe.
Dari sini berasa banget untungnya Haji selagi muda. Kita punya banyak waktu untuk menambha pengetahuan, membaca buku2 dari sumber manapun, punya kemampuan bertanya, berdiskusi, mempelajari isinya dan mudah2an mampu mengikuti seluruh process secara sempurna sesuai sunnah Nabi. Itu sudah niat gue dari awal. Haji wajibnya hanya sekali. So, this is my first Hajj, my only Hajj for now. I want it to be perfect… Maunya diusahakan selengkap dan sesempurna mungkin. Insya Allah…
18.12.2007 (9 Djulhijjah)
Setelah istirahat yg cukup, pagi2 jam 2an sudah siap2 untuk Qiaumul lail, zikir dipimpin oleh salah satu Karom (Kepala Rombongan) DT dan Tauziah (ceramah singkat) dari Aa’ Gym. Setelah itu siap2 mo jalan kaki lagi. Jam 4 segera berangkat menuju Arafah.
Kita sengaja curi start dan shalat Subuhnya nanti diperbatasan dgn Muzdalifah. Untuk ke Arafah melewati Muzdalifah. Jadi Shalat Subuh diperjalanan tapi tetap ditanah Mina.
Karena perjalanan ke Arafah lumayan jauh, kita disarankan untuk meninggalkan barang2 yg tidak perlu. Supaya nggak capek nenteng segala macem di Ransel. Memang bener juga sih, jalan dari Mekkah ke Mina yg cuma 7 km aja sudah kewalahan dgn ransel yg mayan berat dipunggung. Apalagi ini katanya sekitar 17km.. wahhh. Lagi2 gue salut sama Ibu Ros, dia melenggang hanya dgn ransel tipis.. See.. she is so well organized, dia sudah menitipkan barang2nya sama jamaah yg naik bis, jadi nggak ribet bawa macem2. Dimana hal itu tak terpikirkan oleh gue dan anak2 yg laen.. Hah!.
Tapi sebenarnya nggak enak juga sih mo nitip ibu2 yg laen, krn mereka sendiri sudah cukup kerepotan bawa tentengan masing2…
So, untuk kenyamanan diri, jadi deh ditinggalin beberapa baju, makanan, sendal jepit (yg akibatnya gue kesulitan ke toilet di Arafah), sepatu andalan (maap, kali ini kamu tidak dibawa dulu yaa..), mau pake sepatu sendalnya nyokap aja, yg disuruh bawa pas mo brkt di Jkt). Ternyata kepake juga, walopun kurang keren.. hehehehe.
Berangkat jam 4 ngelewatin tenda2 indah di Mina so very exciting journey… ditambah perpaduan lampu dan sunrise.. wow bagus banget. Sekitar jam setengah 6, kita berhenti dulu dijalanan tuk Shalat Subuh.
Setelah itu, mulai deh babak perjuangan melewati jalanan beraspal Mina.. lewatin Muzdalifah menuju Arafah. Jam 6, jam 7 jam 8 masih bisa jalan pelan2 sambil melihat pemandangan bukit2 kanan kiri dan orang2 yg melakukan hal yg sama menuju Arafah. Dari rombongan yg tadinya teratur, sekitar sejam 2 jam mulai kacau.. krn masing2 jalan dgn kecepatan sendiri2. Dan seperti biasa, gue paling sering istirahat dan plg lambat jalannya hehehe. Tapi tetap diusahakan mengikuti rombongan yg ditandai dgn bendera. Selama melihat bendera didpn, masih aman lah.. nggak ketinggalan amat. Masih byk kok yg dibelakang. Paling senang ngeliat papan yg bertuliskan "Muzdalifah 4 km" tapi Arafah masih 7km.. wakss, masih jauuuh.. hikss. Bapak2 yg berihrom mulai keliatan jalannya ngangkang.. hehehe, mungkin pergeseran antara paha dan (maaf) tdk memakai pakaian dalam cukup menyakitkan, apalagi yg gemuk…
Tapi kita tetap berjuang sambil bertalbiyah: "Labbaikallahumma Labbaik… Labbaikala sari kala kalabaik., Innalhamda, wanni’mata, laka walmulk, laa sarikala.." Indah banget.
Dan gue paling senang menikmati saat2 seperti ini sambil mencari hal2 yg menyenangkan yg menarik perhatian sehingga perjalanannya nggak berasa. Misalnya sambil Zikir, ngeliatin ciptaan Allah yg lucu2 hehehe. Dan berhenti sebentar untuk menikmati mie gelas berdua sama Lia, temen seperjuangan, yg suaminya Taufik nggak bisa ikut jalan kaki karena lagi sakit, bener2 nikmat. Untung Lia bawa termos kecil. Walopun nggak panas, tp bikin mie gelas 1 biji yg kecil banget itu, ditaro digelas (untung gw bawa gelas plus garpu.., tuh kan gw jg well organized kan ,li..;-) lalu disiram air yg tentu saja sudah tdk begitu panas lagi dari termos kecilnya Lia.
Ngelonjor dijalanan, istirahat duduk ditikar dan menikmati mie gelas yg setengah matang… dah berasa piknik bgt deh. Sedikit sih, tp cukuplah bikin stamina naik lagi.
Begitu ngeliat perbatasan Arafah, wahhh.. kayaknya senang banget. Walopun jalannya sudah terseok2. Diawal2masih ngeliat Aa’ Gym, tapi belakangan beliau pasti dah ninggalin jauh banget secara gue jalannya lama.
Lah.. kagak pernah olahraga apalagi jalan kaki, eh sekalinya jalan jauh banget. Ya wajar ajalah ketinggalan, hehehehe mencari pembenaran.
Dijalanan juga banyak ditemui tempat minum dan mobil2 yg membagikan makanan secara gratis. Tapi kudu berebutan. Lagian kalo pengen ikutan ngambil, nanti ketinggalan rombongan. Alhamdulillah, gue ama Lia dapet bungkusan nasi dan makanan kotak itu dgn mudahnya. Lia lebih asyik lagi, ada yg tiba2 ngasihin kedia. Kalo gue, dari atas mobil yang penuh makanan itu, ada yg ngelemparin langsung ke gue. Agak berebut sih, tp jatuhnya pas di gue. Mungkin nggak tega kali ngeliat tampang mupeng gue dari jauh.. hihihi 
Tenda Indonesia di Arafah benar2 terletak diperbatasan, jadi jauh banget dari Jabal Rahmah. Bukit tempat pertemuan Adam dan Hawa. Yang Alhamdulillah pas umroh gue sudah pernah kesana. Jadi sepanjang mata memandang nyariin tuh Jabal Rahmah, benar2 kagak keliatan. Sepertinya tenda2 yg dekat ke bukit itu di tempatin sama negara2 kaya.. Yang asia yah kebagian dipinggir gini deh.
Tapi Alhamdulillah, semuanya memang wajib wukuf/berada di Arafah pada tgl 9 Djulhijjah dari Zuhur sampai Maghrib, tidak boleh berada diluar tanah Arafah. Alhamdulillah senang banget nyampe di tenda ini setelah melewati perjalanan beratz. Dan kita disambut bak Pahlawan oleh jamaah2 lain yg terlebih dahulu sudah berada di Arafah (krn naik mobil dr Mekkah lgs kesini).
Kita istirahat dan siap2 tuk mendengarkan Kotbah Arafah yg akan disampaikan oleh Aa’ Gym Ba’da Zuhur nanti. Dan kotbah Arafah Aa’ Gym ini disiarkan secara live di radio2 di jakarta & Bandung dan mungkin jg bisa di rely dari negara2 lain.
http://www.dtjakarta.or.id/content/view/134/33/
20.12.2007
Mina, hari pertama Tasyrik 11 Djulhijjah. Hari ini habis Shalat Subuh dan dengerin ceramah Aa’ Gym ditawarkan untuk melaksanakan Tawaf Ifadah ke MekkahPagi2 Tawaf Ifadah Sai sampai jam 3an trus lempar Jumroh
21.12.2007
Alhamdulillah, hari ini bisa istirahat setelah 2 hari yang lumayan berat kemaren. Jadwal lempar jumrohnya habis Ashar, karena kemaren katanya ada korban saking padatnya. Jadi pemerintah Indonesia menjadwalkan sore hari. Jam 2.30 pagi terbangun krn belum shalat Isya dan Maghrib tadi malem saking capeknya. Begitu nyampe tepar, nyicip makanan teman trus lgs terlelap. Bangun pagi2 gini kirain bakal sepi antrian kamar mandi. Ternyata tetep aja rame, tp mendingan sih dr pada siang hari. Habis shalat and baca2 dikit, mulai deh aktifin Handphone yang dicuekin dari kmrn. Let’s check ada sms masuk apa aja. Pas ngaktifin yang satunya, ada sms dari nomor yg sangat dikenal : "Can you remember one year ago when we… bla bla bla" … What ? kenapa disaat aku nggak memikirkan dunia.. nggak mikirin cowok, malah selalu dirinya yg menghampiri ?
Malah seminggu sebelum keberangkatan, Istvan bilang kalau dia dah baca buku ESQ yang aku kasih dan ‘I have to change’ gitu katanyaa..
What? what..? what ?… Kenapa disaat aku sudah bisa berdamai dengan kenyataan, malah dirinya datang terus ..? hikss.
Mmh… anggap aja ini godaan.
22.12.2007
Hari ini lempar jumrohnya sebelum Zuhur
23.12.2007
Hari ini mo nyobain Tawaf Sunat di lantai 2
24.12.2007
Hari ini Shalat Zuhur di Masjidil Haram, karena nyampenya jam 11an, berarti masih ada waktu untuk Tawaf. Cuma kudu di lantai 1 deh, karena kalau di lantai 2 lagi kudu nyiapin waktu 2.5jam sebelum waktu shalat kalau nggak ingin terpotong ditengah2nya. Hari gini masih rame banget yang Tawaf, tapi Bismillah aja. Alhamdulillah bisa selesai sebelum waktu Shalat. Karena ada acara Tauziah di Maktab dgn Aa’ Gym, jadi mutusin shalat Asharnya di maktab or masjid deket rumah aja. Sore jam 4an Aa’ baru plg dr masjid dan ngasih ceramah singkat dan padat seperti biasa. Temanya ini sebenarnya akan dipakai utk ceramah di Istiqlal nanti. Intinya bagaimana supaya kita bisa hidup dgn Tauhid "La Illaha Illallah" Tiada Tuhan selain Allah… Aa’ jg minta ijin utk pamit duluan, jadi dia pulang sekitar tgl 29dec. Selain pemberitahuan ada tour Jeddah Sabtu ini, besok Alhamdulillah bisa ikutan Umroh lagi. Karena suaranya masih susah keluar, jadi mutusin untuk istirahat malem ini, supaya bsk pagi bisa bangun and niat mandi Ihrom.
25.12.2007
Pagi2 jam 2 dah bangun mo Umroh dengan Miqotnya di Masjid Tan’im. Jadi mandi besar dulu trus jam 3an langsung ke Masjidil Haram, Tahajjud sambil nunggu Subuh. Soalnya berangkat ke Tan’im nya rombongan rame2. Jadi kita ngumpul jam 6 dipintu Al-Faith or Babul Fatah, pintu nomer 45. Dari sana langsung keatas nyari angkot yang ke Masjid Tan’im bayar 5 real. Alhamdulillah dulu pernah kemasjid ini masuk kedalamnya. Karena sekarang rombongan dan rame banget, jadi shalatnya cuma diterasnya aja. Inilah susahnya kalo rombongan, nggak bebas mo kemana2. Kudu ngumpul terus. Jadi nggak bisa shalat didalamnya. Mudah2an nanti ada kesempatan kesini lagi. Setelah Shalat Sunat dan niat, kita
07.01.08
Hari2 terakhir di Mekkah, bener2 bikin hati sedih. Mana lagi halangan yang artinya tidak bisa shalat & tawaf. Setelah berkonsultasi dgn beberapa ustadz soal boleh tidaknya masuk masjid, sebagian mengatakan haram hukumnya masuk, sebagian membolehkan. Dengan keyakinan sendiri dan cari amannya, maka mendingan kalau tetap mau masuk masjid, ya dibagian Sa’i saja. Karena bagi wanita yg berhalangan, Sa’i tetap diperbolehkan.
Maka, here I am… kembali ketempat favorit: duduk diatas pembatas Sa’i dgn masjid deket jembatan kelantai atas dan pemandangan langsung ke Pintu Ka’bah. Ini tempat favorit gue difoto. Masih penasaran, ini siapa yg motoin gue lagi tidur ya ?
Kalau ditarik garis lurus, kawasan ini termasuk Multazam yaitu tempat diijabahnya doa2. Maka pilihan beritikaf or tepatnya sih stay sepanjang malem sambil mandangin Ka’bah dan berdoa adalah pilihan yang menarik, a perfect place : dgn pemandangan arah depan Ka’bah dan bagian pintu emasnya sambil nyandar kedinding dan bagian belakang org2 Sa’i dekat pilar hijau, dimana org2 mengucapkan Rabbighfir, warham, wa’fu, watakarram, wataja was amma… sambil lari2 kecil merupakan irama tersendiri yang mengasyikkan untuk didengar. Kadang2 sambil menerawang menatap Ka’bah, nyalain ipod dgn Asmaul Husnanya Ary Ginandjar, Dzikirnya & I’tirafnya Arifin Ilham atau instrument Silk Road & Koi nya Kitaro… wah nyejuk banget rasanya. I’ll miss this moment. Mo ngadu ma Allah…. kenapa my love life endingnya gini teruss hiks, even ditanah harom ini. But diatas itu semua, Syukur Alhamdulillah atas rejeki, nikmat, kesempatan yang telah Engkau berikan padaku Ya Allah… Dikesempatan ini pula, aku mohon ampun atas dosa2ku.. Jalan kelantai atas, lt 3 dan mwnikmati indahnya Ka’bah dr atas :nice place with nice man Tiba2 inget kejadian thn lalu. Kok sama ya, nice place with a nice man tapi nggak bisa bareng…:(
Selasa, 08.10.2008
Hari ini I’tikaf lagi Dan ngasih tahu kalo besok pagi mo pada ke Gua Hiro’ dibukit/Jabal Nur Memang pernah denger sih kalo ada schedule mendaki ke gua Hiro, tapi gue kira cuma buat bapak2. Ternyata kaum hawa banyak juga yg ikut. Kepikiran juga sih, kenapa enggak.. sekalian menyempurnakan Tanazul kmrn. Udah kadung susah, melewati masa2 sulit. Masa sekarang harus melewati petualangan ke bukit yang terjal sekalian merasakan bagaiman Rasulullah dulu berjuang. Memang selain itu karena diajakin Kang Karom… Ya, Allah, luruskanlah niatku…
Rabu, 10.01.2008
Pagi2 habis Subuh jam 06.30 langsung ngumpul dipintu Al-Fatah bagi yang ingin mengikuti kegiatan ke Gua Hiro’.. Sempat ragu2 juga sih, secara nggak nyiapin fisik dan mental mo mendaki bukit ditambah I’tikaf di masjid dimana tidurnya kurang sekali plus saltum alias pake baju bukan buat mendaki. Jadi celana jeans, jubah & sendal tinggi. Hahaha.. inget waktu ke Krakatau ama Istvan. Gue dgn baju pink dgn sepatu jalan yang terang aja lgs diledekin; "dasar anak kota, ke gunung kok kayak ke mall" Tapi whatever, lg ditanah suci gini mah pake apa aja nggak masalah asal ketutup dan sesuai syariat, nggak ketat, nggak ngebentuk. Cuma sendal jepitnya aja yg model tinggi gitu yg sebenarnya utk menghindari celana dari basah or kotor kena najis. Pagi2 gini kyknya badan nggak enak, laper, mata masih susah dibuka tapi begitu ngeliat banyak juga ibu2 yang ikut jadi semangat lagi.Sarapan nasi dulu dan teh panas yang dijual dipinggir masjid, baru deh kondisi agak baikan.
Kamis, 10.01.2008
Hari ini ke Medinah. Jadi pagi2 dah siap2 untuk Tawaf Wada’ Kutunggu didepan air zamzam Kutunggu ditangga belakang Ka’bah Jumat pagi Arbain dimulai Shalat Subuh sampai nanti Shalat Isya Jumat depan tgl 18.01.2008 jadi 40 waktu Shalat wajib di masjid Nabawi.
Sabtu, 19.01.2008 Hari ini kembali ke Indonesia